Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Heli Pengamanan Presiden Jokowi Jatuh Timpa Rumah Warga

Helikopter berangkat dari Solo, Jawa Tengah, dan berpatroli di kawasan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo.

Tribun Bali/Prima

TRIBUN-BALI.COM - Para pemimpin kewilayahan, mulai Polres Sleman, Polda DIY, Danlanud Adisucipto, hingga Pangdam IV/Diponegoro, Jumat (8/7/2016) kemarin langsung mengunjungi lokasi heli jatuh di Dusun Kuwang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

(‘Ngeri Pak, Tanah Bergetar’, 3 Orang Meninggal dalam Kecelakaan Heli TNI AD)

Helikopter dari Skuadron 11 Serbu 2 Penerbad (TNI AD) itu dalam perjalanan dari Lanud Adisumarmo Boyolal tujuan Lanud Adisucipto Sleman.

Tim dalam penugasan memperkuat pengamanan kegiatan Presiden RI di Solo dan Yogyakarta.

"Direncanakan Presiden Joko Widodo akan berkunjung di Dusun Ledoksari, Bokoharjo, Prambanan, pada Sabtu (hari ini, red), yang lokasinya tidak jauh dari jatuhnya helikopter," kata Komandan Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Marsekal Pertama Imam Baidirus, di lokasi kejadian.

Menurut dia, helikopter berangkat dari Solo, Jawa Tengah, dan berpatroli di kawasan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo.

"Namun setelah 15 menit dari Solo kami kehilangan kontak, kami mencoba menghubungi tetapi tidak bisa," ungkapnya.

Ia mengatakan, setelah itu diketahui helikopter jatuh di Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

"Dalam peristiwa ini tiga orang meninggal dunia, satu orang kritis dan dua luka‑luka. Semua korban penumpang helikopter (tak ada korban warga setempat)," jelas Imam.

Ia memastikan cuaca saat kejadian cerah (clear).

"Bisa dilihat sendiri, cuaca stay clear sampai saat ini," ujarnya.

Imam menambahkan, heli Bell 205 buatan AS itu laik terbang. Tim investigasi khusus nanti yang akan mencari tahu penyebab kecelakaan.

"Kita tidak bisa berspekulasi masalah itu, sebelum ada investigasi terkait kecelakaan ini," imbuhnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi juga belum memberi penjelasan resmi dan kesimpulan terkait insiden ini.

"Saat ini tim dari Jakarta sedang ke sini untuk evakuasi," kata Jaswandi sembari mengatakan akan diadakan investigasi, supaya bisa melihat secara keseluruhan dan utuh penyebab kejadian jatuhnya helikopter tersebut.

Jaswandi menambahkan, Kodam IV/Diponegoro akan membantu perbaikan kerusakan rumah yang tertimpa helikopter.

Layak Terbang

Di Jakarta, Kadispenad Brigjen TNI Sabrar Fadhilah menyatakan, tim investigasi saat ini tengah bekerja mencari kotak hitam untuk mencari penyebab jatuhnya heli berusia 40 tahun itu.

Soal kondisi heli, Sabrar menyakinkan keadaan baik dan layak terbang meski usia heli itu sudah 40 tahun.

Juga belum ditemukan adanya keluhan pilot saat itu.

"Saat akan terbang dinyatakan layak terbang. Tidak (ada keluhan)," katanya di Media Center Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jakarta Pusat, Jumat malam.

Namun Sabrar membantah pesawat heli tersebut untuk pengamanan Presiden Jokowi.

Pihak TNI AD menyebut pesawat tersebut merupakan bantuan kendali operasi (BKO) kepada Pangdam IV Diponegoro.

"Ini BKO kepada Pangdam IV untuk digunakan Pangdam IV sebagai kodalnya (komando dan pengendalian). Saya kira pasti tahu kalau pesawat RI 1 kan bukan itu. Pesawat RI 1 kan VVIP," jelas mantan Danrem 074/Pamungkas ini.

Sabrar menjelaskan, komando dan pengendalian yang dilakukan bisa saja terkait suasana libur hari raya.

"Itu komando dan pengendalian oleh Pangdam IV jadi bisa saja untuk melakukan pemeriksaan rutin, apalagi sekarang sedang hari raya, mungkin kaitannya dengan kondisi wilayah dan seterusnya," jelasnya.

Menurut Sabrar, pesawat di-BKO-an adalah hal biasa.

Hal yang sama juga terjadi ke Pangdam VII Wirabuana dan Pangdam XVII Cendrawasih.

Terkait keberadaan warga sipil Fransisca Nila Agustin di helikopter itu, Sabrar juga belum memberikan penjelasan memadai.

"Nanti tunggu hasil investigasinya," tandasnya.

"Saya belum berani bicara lebih jauh. Tapi mudah-mudahan dari identitas yang tela diketahui nanti bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Berdasarkan data BNPB, Fransisca lahir di Sukoharjo. Ia beralamat di Serangan RT 001/RW 001, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Solo, Jawa Tengah. Belum ada keterangan latar belakang korban dan mengapa ia ada di heli tersebut. (tribun jogja/xna/vim/nto/app)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved