Kejam, Seorang Ayah Dibuang Anak Kandungnya di Jalan

Saat semua orang menantikan malam kemenangan melalui gema takbir, saat itu pula ia ditelantarkan oleh anak kandungnya di jalan raya salah satu ruas

Kejam, Seorang Ayah Dibuang Anak Kandungnya di Jalan
SURYA ONLINE/ HABIBUR ROHMAN
Samanto saat berada di Griya Werda, kelolaan Dinas Sosial Kota Surabaya, Jumat (8/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM - Hari Raya Idul Fitri menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan melepas kerinduan.

Namun tidak bagi Samanto asal Brebeg, Nganjuk.

Pada Hari Kemenangan ini, dia justru dibuang oleh anak kandungnya sendiri di jalan.

Hal itu dilakukan pada malam takbiran.

"Takbiran wingi, anakku sing mbarep ngejak metu numpak mobil, aku takok ape dijak nang ndi aku, aku dikongkon meneng ae, ternyata aku didukno nang embong." (Takbiran kemarin anak sulungku mengajak keluar aku lalu diturunkan di jalan)

Samanto sendiri lupa berapa usianya saat ini.

Yang dia tahu saat ini berada di Surabaya, tepatnya di Griya Werda, kelolaan Dinas Sosial Kota Surabaya, dan itu bukan karena keinginannya.

Satu yang tak bisa lepas dari ingatannya.

Saat semua orang menantikan malam kemenangan melalui gema takbir, saat itu pula ia ditelantarkan oleh anak kandungnya di jalan raya salah satu ruas sudut kota Surabaya.

"Sik iling aku waktu iku, disuruh lungguh nang dalan, terus montore lungo ninggal aku dewean. Onok wong nggawe seragam (Satpol PP), aku diangkut, dideleh kene, anakku mbuak aku(seingatku waktu itu aku disuruh duduk di jalan lalu mobilnya pergi. Kemudian ada orang memakai seragam (Satpol PP)," ucapnya sambil tak terasa air mata mengalir di pipinya, Jumat (8/7/2016).

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved