Breaking News:

RSUP Sanglah Berupaya Mandiri Dalam Menjalankan Bank Darah

Pasal 40 Peraturan Menteri Kesehatan ( Permenkes) Nomor 83 Tahun 2014 menyebutkan bahwa setiap rumah sakit harus memiliki bank darah (BDRS)

Editor: Eviera Paramita Sandi
kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Bali / Sarah Vanessa Bona

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pasal 40 Peraturan Menteri Kesehatan ( Permenkes) Nomor 83 Tahun 2014 menyebutkan bahwa setiap rumah sakit harus memiliki bank darah (BDRS).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya, juga menyatakan demikian ketika dihubungi Tribun Bali via telepon.

"BDRS memang menjadi persyaratan setiap RS. Tapi kalau belum punya boleh bekerjasama dengan UTD PMI. Selanjutnya semua RS harus menyiapkan sendiri.” tuturnya.

Dr Suarjaya menjelaskan bahwa baru RSUD Singaraja yang menjalankan bank darah secara mandiri.

BDRS Sanglah sendiri sudah beroperasi sejak lama sesuai aturan permenkes tersebut.

Kepala Bidang Penunjang Medik, dr Ken Wirasandhi, mengatakan selama ini BDRS Sanglah bekerjasama dengan PMI.

"Saat ini RS Sanglah berupaya mandiri dalam menjalankan bank darah. Target dalam bulan ini sudah mandiri dan sejauh ini belum ada kendala," tambah Ken.

Kepala UTD PMI Provinsi Bali, Dr. AA Sagung Dwipayani, M.Kes turut membenarkan bahwa RS Sanglah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PMI. 

Terdapat 2 PKS yang dijalankan meliputi pelayanan penyediaan darah untuk pasien dan penyediaan stok darah dan komponennya di BDRS.

PKS tersebut dilakukan setiap tahun yang kemudian diperpanjang lagi tergantung kebijakan rumah sakit.

PKS yang dilakukan UTD PMI dengan RS Sanglah sendiri akan berakhir pada  20 Agustus 2016.

Sagung juga mengaku belum tahu apakah PKS tersebut akan diperpanjang lagi untuk tahun berikutnya tergantung kesiapan dari RS Sanglah karena PMI hanya bertugas melakukan dropping darah.

Sagung menambahkan RS Sanglah perlu menjalankan bank darah karena meskipun setiap kabupaten memiliki unit transfusi darah PMI, namun jika stok persediaan darah habis biasanya akan merujuk ke UTD PMI RS Sanglah.

"Alangkah baiknya rumah sakit umum dan daerah segera memiliki bank darah. Rs swasta sudah memiliki bank darah seperti RS Siloam, RS Surya Husadha Nusa Dua dan Denpasar, RS Jimbaran, dan RSAD ". 

Tugas dari bank darah nantinya adalah berhubungan langsung dengan klinisi dan pasien.

Sedangkan UTD PMI  akan bertugas mendropping darah yang sudah aman digunakan dalam bentuk komponen-komponen tertentu ke bank darah. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved