Selingkuh dan Ekonomi Penyebab Utama KDRT, Wanita Masih Dianggap Lemah

Sejak tahun 2013 hingga April 2016 ini, tercatat telah terjadi 51 kasus kekerasan terhadap perempuan di Klungkung.

Selingkuh dan Ekonomi Penyebab Utama KDRT, Wanita Masih Dianggap Lemah
Tribun Bali/Dwi S

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Program kesetaraan gender dan pemerdayaan perempuan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali belum berjalan maksimal.

Kasus kekerasan terhadap perempuan masih dijumpai.

Sejak tahun 2013 hingga April 2016 ini,  tercatat telah terjadi 51 kasus kekerasan terhadap perempuan di Klungkung

Kasubid Keselarasan Gender dan Hak Asasi Perempuan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, KB dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Klungkung, Ni Luh Ketut Budiasih mengakui hal itu.

Dikonformasi Tribun Bali Minggu (10/7/2016) kemarin, ia katakan, opini yang berkembang di masyarakat masih menganggap perempuan adalah kaum yang lemah.

“Memang program ini belum berjalan maksimal. Kekerasan terhadap perempuan masih terjadi. Selama ini stigma di masyarkat menganggap perempuan itu kaum lemah sehingga kerap menjadi korban kekerasan,” ujar Budiasih.

Sepanjang memediasi dan melakukan pendampingan, latar belakang terjadinya KDRT didominasi oleh faktor ekonomi dan hadirnya wanita idaman lain (WIL).

Dua faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi keharmonisan rumah tangga.

"Latar belakang terjadinya KDRT itu disebabkan dua hal yaitu ekonomi dan perselingkuhan," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dilansir BPMPD Klungkung, tahun 2013 terjadi 29 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved