Breaking News:

Beban Pemakaian Listrik Bali Sempat Turun 21 Persen

Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada momen yang sama, penurunan beban puncak ini masih terbilang lebih kecil.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Kander Turnip
istimewa
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Bali, I Gusti Ketut Putra mengunjungi Tribun Bali di Jalan IB Mantra, Ketewel, Gianyar, Bali, Jumat (1/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT PLN Distribusi Bali mencatat pada perayaan hari raya Idul Fitri tepatnya Rabu (6/7/2016) hingga Kamis (7/7/2016) beban puncak listrik di Bali saat malam hari mengalami penurunan sekitar 12 persen, dan pada siang hari mengalami penurunan hingga 21 persen.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada momen yang sama, penurunan beban puncak ini masih terbilang lebih kecil.

Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Bali, I Gusti Ketut Putra, mengatakan, pasokan listrik atau daya mampu kelistrikan Provinsi Bali saat ini mencapai 1.256,77 mega watt (MW) dengan beban puncak tertinggi di malam hari mencapai 834,4 MW pada Senin (13/6/2016).

Pada hari pertama Idul Fitri (6/7/2016), beban puncak malam hari mencapai 730,8 MW atau turun sekitar 12 persen.

“Kemudian pada Idul Fitri hari kedua (7/7/2016) beban puncak malam hari mencapai 731,4 MW atau menurun sekitar 12 persen,” katanya, Selasa (12/7/2016).

Untuk siang hari, kata dia, beban puncak tertinggi konsumsi listrik di Bali mencapai 787,8 MW yang terjadi pada Senin (13/6/2016).

Beban puncak pada Lebaran hari pertama (6/7/2016) saat siang hari mencapai 628 MW atau turun 20 persen.

Sementara itu, pada hari kedua Lebaran (7/7/2016) beban puncaknya siang hari mencapai 625 MW atau menurun 21 persen.

“Saat Lebaran hari pertama dan kedua yang penurunannya terlihat signifikan. Sedangkan di hari-hari yang lain terjadi juga penurunan beban puncak, namun tidak terlalu signifikan,” katanya.

Lanjutnya, penurunan beban puncak pada Lebaran tahun ini terbilang lebih kecil jika dibandingkan penurunan beban puncak pada Lebaran tahun lalu, baik beban puncak saat malam hari maupun siang hari.

“Tahun lalu penurunan beban puncak mencapai 15-16 persen saat malam hari dan 29-31 persen saat siang hari,” katanya.

Alasannya adalah, karena banyak masyarakat pendatang Bali yang mudik ke luar Bali, sehingga konsumsi listrik di Bali menurun.

“Tetapi penurunannya tidak terlalu besar dibandingkan tahun lalu karena momennya bersamaan dengan libur sekolah, sehingga banyak wisatawan domestik datang berlibur ke Bali,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved