Bandara Ngurah Rai Masih Siaga Kuning

Pengamanan yang lebih ketat masih terus diterapkan sejak awal Juni hingga kini.

Bandara Ngurah Rai Masih Siaga Kuning
Tribun Bali/Rizal Fanany
Seorang anggota TNI nampak berjaga menggunakan senjata laras panjang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Senin (4/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih menerapkan siaga keamanan pada level "kuning" atau waspada sebagai antisipasi terhadap ancaman terorisme.

Oleh karena itu, pengamanan yang lebih ketat masih terus diterapkan sejak awal Juni hingga kini.

"Kami perketat pemeriksaan kepada kendaraan dan personel," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Trikora Harjo, Rabu (13/7/2016).

Menurut Trikora, siaga level “kuning” tersebut sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan pascaserangan bom di Bandara Brussels, Belgia, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Trikora meminta permakluman kepada calon penumpang atau pengguna jasa bandara yang mungkin merasa tidak nyaman dengan pengetatan pemeriksaan.

“Ini sebagai bentuk kewaspadaan terhadap terorisme,” ucap Trikora.

Pengetatan keamana, kata dia, juga diterapkan selama masa arus mudik dan balik Lebaran yang berlangsung sejak 24 Juni hingga 17 Juli 2016.

Pihak Bandara Ngurah Rai bahkan mengerahkan 1.488 personel gabungan untuk pengamanan.

Mereka berasal dari TNI Angkatan Laut, Angkata Udara, Angkatan Darat, jajaran Polda Bali, Basarnas, petugas keamanan bandara dan Otoritas Bandara.

Pengamanan melibatkan personel Gegana (penjinak bom) dan peralatan "X-Ray" yang memindai setiap kendaraan yang masuk ke bandara.

Sementara itu arus mudik dan balik Lebaran lewat Bandara Ngurah Rai berjalan lancar hingga kemarin.

“Tidak ada permasalahan signifikan, hanya ada beberapa keterlambatan penerbangan, namun bisa diatasi,” ucap Trikora.

Kemarin pergerakan penumpang di Bandara Ngurah Rai sudah mulai berangsur menuju normal, meskipun masih ada lonjakan arus balik ke sejumlah kota di Tanah Air.

"Sudah mulai terjadi penurunan pergerakan penumpang, seperti hari biasanya. Tapi, untuk tujuan Jakarta, masih lebih padat dari biasanya. Ini mungkin sisa-sisa orang yang akan kembali ke Jakarta," imbuhnya.(*)

Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved