Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bentrokan di Lapas Kerobokan

Arwah Korban Berbaju Merah Datangi Pelaku Bentrok Ormas Teuku Umar

Didik, mengaku didatangi arwah korban saat kabur ke Banyuwangi, Jawa Timur. Arwah korban berbicara pada Didik.

Tayang:
Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Suasana mecekam di Jalan Teuku Umar, Denpasar, seusai bentrok ormas, Kamis (17/12/2015). Ratusan polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan usai terjadi bentrokan ormas yang menimbulkan dua korban meninggal. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah beberapa kali ditunda, tiga terdakwa bentrok ormas di Jalan Teuku Umar, Denpasar, yakni IGA Gede Agung Alias Gung Panca, IGA Adi Sastra alias Gung Adi dan Didik Eko Purwanto, akhirnya digelar dengan agenda pemeriksaan para terdakwa, Kamis (14/7/2016) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

(Gung Panca, Terdakwa Bentrok Ormas Teuku Umar Malah Mengaku Melarang Penusukan)

Dalam sidang, seorang terdakwa, Didik, mengaku didatangi arwah korban saat kabur ke Banyuwangi, Jawa Timur.

(Walau Didatangi Arwah Korban Berkaus Merah, Gung Panca Mengelak Membunuhnya)

Ketiga terdakwa yang merupakan anggota ormas Laskar Bali berada dalam rombongan satu mobil saat terjadi bentrok, 17 Desember 2015. Terdakwa Gung Panca dan Didik mengakui telah melakukan penebasan.

Gung Panca mengaku menebas seorang pria berbaju merah, yang belakangan diketahui tewas di jembatan dekat Rumah Makan Simpang Ampek.

Sedangkan Didik mengaku menebas pria berbaju putih dan kena bagian punggung.

Kemudian pria yang dia tebas melarikan diri ke arah Jalan Batanta.

Adapun Gung Adi mengaku hanya diam di mobil.

Sempat keluar dan melihat ada pria berbaju merah bersimbah darah dalam posisi tertunduk.

Namun, Gung Adi mengaku tidak melakukan penebasan apa pun.

Dia hanya melihat situasi setelah turun dari mobil.

Yang menarik, terdakwa Didik dalam pelariannya ke Banyuwangi mengaku sempat didatangi arwah korban pria berbaju merah.

Arwah korban berbicara pada Didik.

Kejadian didatangi arwah ini diceritakan pada Gung Panca dan masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Kedatangan arwah ini sempat disinggung majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila.

"Arwahnya bicara seperti ngobrol biasa," kata Didik.

Namun, ketiga terdakwa tetap merasa tidak membuat masalah sebelum kejadian.

Gung Panca menyebut dirinya dan Gung Adi serta Didik hanya meladeni rombongan ormas Baladika yang mengacungkan senjata di Jalan Teuku Umar.

Menurut Gung Panca, saat kelompoknya balik dari Lapas Kerobokan, bertemu rombongan ormas Baladika membawa senjata.

"Jadi mengacungkan senjata itu Anda anggap sebagai tantangan?" tanya hakim Sukanila.

"Ya," jawab Gung Panca singkat sambil mengangguk.

Namun, baik Didik maupun Gung Panca mengelak jika mereka membunuh pria berkaus merah.

Mereka mengaku hanya menebas dengan pedang.

Sedangkan korban tewas tertusuk tombak. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved