Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembunuh Ketut Nariten Masih Misterius, Barang Bukti Rusak, Tes DNA Gagal

Terakhir kali polisi menemukan barang bukti berupa bantal dan sarungnya yang berisi bercak darah di kamar suamin Narinten, Ketut Nurata.

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Sejumlah petugas saat mengevakuasi jasad Ketut Narinten di sebuah tegalan di Banjar Pasar, Desa Anturan Buleleng, Selasa (3/5/2016) sekitar pukul 22.30 Wita. 

TRIBUN-BALI.Com, SINGARAJA – Kasus pembunuhan warga Banjar Dinas Pasar, Desa Anturan, Buleleng, Bali, Ketut Narinten (60) masih misterius.

Sampai dua bulan berlalu, polisi bahkan tidak menemukan tanda-tanda kasus ini akan terungkap.

Terakhir kali polisi menemukan barang bukti berupa bantal dan sarungnya yang berisi bercak darah di kamar suamin Narinten, Ketut Nurata.

Kedua barang bukti itu selanjutnya dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali untuk diperiksa.
Dari hasil pemeriksaan, dipastikan bercak darah itu merupakan darah manusia.

Namun belakangan saat dites DNA untuk memastikan bahwa darah itu merupakan darah Narinten, hasilnya tidak diketahui.
Bercak darah itu kondisinya telah rusak karena sudah terlalu lama.

Kerusakan bercak darah ini membuatnya tidak dapat terdeteksi, sehingga hasil tes DNA ini akhirnya gagal.

Padahal bercak darah ini merupakan satu-satunya barang bukti yang ditemukan polisi.

Sementara tidak ada saksi yang melihat secara langsung saat terjadinya pembunuhan.
“Sebenarnya kita berharap besar dari hasil lab darah itu, ternyata darah itu tidak muncul, memang dari cek pertama itu darah manusia, kita sudah gembira dipastikan darah manusia. Kalau sudah darah manusia dipastikan DNA, tetapi dari cek DNA tidak terbaca, rusak,” kata Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya, Selasa (19/7/2016).
Kini Polres Buleleng akan berusaha mengungkap kasus pembunuhan tersebut menggunakan alat Informasi Teknlogi (IT).

Namun ia enggan menjelaskan maksud dari pengungkapan kasus melalui IT tersebut.
“Kita mesti mengungkap lagi dari awal, kita ulang-ulang lagi dengan teknik baru, terutama dengan IT sekarang. Kita tidak bisa menjelaskan pada publik, karena ini berkaitan dengan teknis. Yang penting kita akan coba pakai IT. Kalau dengan lab kita gagal, mungkin kedepan kita pakai IT. Semntara masih kita akan lakukan,” ujarnya.
Ia menegaskan akan berupaya mengungkap kasus pembunuhan Narinten karena merupakan kasus besar.

“Ini adalah kasus atensi, kita tidak akan mengendapkan begitu saja. Pasti akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.
Jasad Narinten ditemukan sudah tertelungkap tak bernyawa di sebuah tegalan di Banjar Pasar, Desa Anturan Buleleng, Selasa (3/5/2016) sekitar pukul 22.30 Wita.

Jasadnya sudah membusuk dengan bau yang sudah menyengat.

Kulit tubuhnya sudah lebam dan menghitam dengan kondisi kepala yang terkoyak. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved