Breaking News:

Terserang Penyakit Langka, Kaki Kiri Ida Bagus Manuaba Diamputasi

Luka tersebut makin melebar seiring dengan itu, kaki Putra Manuaba juga tertekuk dan tidak bisa diluruskan.

Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Made Argawa
Ida Bagus Putu Putra Manuaba berdiri dengan tongkat penyangga di depan rumahnya di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Marga, Rabu (20/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Duduk bersila di jineng, Ida Bagus Putu Putra Manuaba menyapa Tribun Bali ketika bertadang ke rumahnya di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Bali.

Pria 33 tahun itu sejak setahun terakhir tidak dapat bekerja efektif sebagai seorang sales minuman ringan karena menderita penyakit penyumbatan pembuluh darah atau torak vaskuler hingga akhirnya dua bulan yang lalu kaki kirinya diamputasi.

"Dua bulan yang lalu kaki kiri saya diamputasi di RSUP Sanglah. Dokter bilang ada penyakit torak vaskuler, awalnya penyempita hingga jadi penyumbatan pembuluh darah," jelasnya, Rabu (20/7/2016). 

Suami dari Ida Ayu Intan Kusuma Dewi itu menceritakan awalnya pada kaki kiri terasa keram di pagi hari, selanjutnya pada bagian mata kaki muncul semacam jerawat, lama-lama jerawat itu terkelupas hingga menjadi luka.

Luka tersebut makin melebar seiring dengan itu, kaki Putra Manuaba juga tertekuk dan tidak bisa diluruskan.

"Saat luka makin lebar sempat saya periksakan di dokter kulit di BRUSD Tabanan, diberi salep, tapi lukanya tidak mau sembuh, karena kaki juga menjadi kaku saya periksakan di bagian radiologi, diduga penyempitan pembuluh darah hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah," jelasnya. 

Dia menceritakan saat pemeriksaan di radiologi BRSUD Tabanan, dokter yang menanganinya sempat menyatakan jika selama setahun dokter tersebut hanya menemui dua kasus seperti yang dialami Putra Manuaba.

"Dokter bilang ini penyaki langka," jelasnya. 

Karena terlambat mengetahui penyakitnya merupakan penyempitan pembuluh darah hingga luka pada kakinya sudah parah, akhirnya dari dokter di RSUP Sanglah menyarankan untuk amputasi karena sudah kecil kemungkinan untuk sembuh.

Selain itu dikhawatirkan penyakit menjalar ke jantung. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved