Breaking News:

Pesan Ida Pedanda Gede Made Gunung: Kalau Aji Meninggal, Tolong Jangan Buat Upacara Besar

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda menyebut almarhum sebagai sosok yang menginspirasi

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Proses kremasi Ida Pedanda Gede Made Gunung, Kamis (21/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR- Nama Ida Pedanda Gede Made Gunung begitu melekat di hati umat Hindu.

Bahkan, umat beragama lain pun merasa kehilangan atas meninggalnya beliau, ucapan bela sungkawa di Fan Page Tribun Bali begitu banyak.

Pelajaran tentang kesederhanaan yang diajarkan beliau pun masih teringat jelas dibenak sang anak.

Tentang kesederhanaan kremasi tersebut, Gus Purwita punya cerita.

Suatu hari ia bercengkerama dengan ayahnya.

Mereka berdua duduk membahas ihwal keagamaan.

Perbincangan pun mengalir.

Namun tidak seperti biasanya, Ida Pedanda yang menjadi wiku (pandita) sejak 27 Oktober 1994 itu justru menyisipkan pesan lain kepada Gus Parwita kendati disampaikan sembari tersenyum.

"Kalau aji (ayah) meninggal nanti, tolong jangan buatkan upacara yang besar. Tanpa bade. Layon aji cukup diusung anak-anak menuju perabuan, pebasmian (tempat kremasi). Sesederhana itu," begitu Gus Purwita menirukan ucapan mendiang sang ayah.

Sulinggih yang lahir pada 31 Desember 1950 itu lalu melanjutkan pesannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved