Breaking News:

Susruta Harap Jaksa Tidak Tebang Pilih

Susruta mempersilakan Kejari Denpasar ingin mendalami pemeriksaan di tubuh anggota dewan

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Medan
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus Dugaan korupsi di Pemerintah Kota Denpasar yang hingga kini belum jelas tindaklanjutnya membuat anggota DPRD Denpasar bertanya-tanya. 

Anggota DPRD Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra berharap Kejaksaan Negeri Denpasar tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi.

Ia berharap selain Kejari Denpasar menuntaskan beberapa kasus yang ada di Kota Denpasar diantaranya kasus Perjalanan Dinas DPRD Denpasar dan kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah (PD) Parkir Kota Denpasar juga harus ditindaklanjuti oleh Kejari.

Apalagi, kasus PD Parkir sudah ditetapkan tersangka yakni Dirut PD Parkir Nyoman Gde Sudiantara.

"Saya berharap Kejaksaan tidak tebang pilih. Selain kasus Perdin, sebaiknya kasus PD Parkir juga segera ditindaklanjuti," kata ketua Fraksi Demokrat, DPRD Denpasar ini, Sabtu (23/7/2016) kepada Tribun Bali.

Susruta menilai jika memang ada pelanggaran di PD Parkir, pihak Kejaksaan bakal diremehkan.

Soal kasus perjalanan dinas DPRD Denpasar, Susruta tetap bersiteguh tak melakukan penyelewenangan.

Itu sebabnya, ia mempersilakan apabila Kejari Denpasar ingin mendalami pemeriksaan di tubuh anggota dewan.

"Silakan saja, kalau saya pribadi tidak masalah. Saya merasa diri saya tidak ada bermain ngapain saya mempermasalahkan," pungkas Susruta.

Adapun dalam kasus dugaan korupsi Perjalanan Dinas (Perdin) DPRD Kota Denpasar, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) I Gusti Made Patra sudah ditahan usai menjalani pemeriksaan lima jam lebih oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Bali, Kamis (21/7/2016). 

Penyidik pidsus Kejari Denpasar di bawah pimpinan Kajari Erna Normawati Widodo Putri ini telah memeriksa beberapa saksi dari anggota DPRD Kota Denpasar yakni Ketut Nuada dari Fraksi Demokrat, I Putu Oka Mahendra (Fraksi Golkar), I Nyoman Tamayasa (Fraksi Indonesia Raya), Kadek Agus Arya Wibawa (Fraksi PDIP), AA Susruta Ngurah Putra (Fraksi Demokrat), dan Ketut Arya, mantan anggota DPRD Fraksi Demokrat.

Kejari juga telah memeriksa Direktur Bali Travel Daksina I Made Kayun, Manajer Marketing Bali Travel Daksina, Gede Sutiawan dan IB Putu Sudhayantana dari travel Sunda Duta.

Dalam perkara dugaan korupsi perdin ini, yang menjadi fokus penyidikan Kejari Denpasar yakni Perdin tahun 2013.
Selama setahun dana Perdin DPRD Kota Denpasar diperkirakan mencapai Rp 6 miliar. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved