Breaking News:

Bangkai Bus Di Selemadeg Masih Belum Diangkat, Polisi Kesulitan Karena Hal Ini

Kedalaman jurang mencapai sekitar 10 meter serta kondisi medan di sekitar jembatan Yeh Otan terjal

Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / I Made Argawa
Bus Pahala Kencana yang mengalami kecelakaan berada di dasar jurang di sungai Yeh Otan. Hingga kini pihak kepolisian masih kesulitan evakuasi bangkai bus dari dasar jurang. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sehari setelah Bus Pahala Kencana dengan nomor polisi D-7897-AJ terjun ke jurang di Jembatan Yeh Otan di Banjar Dinas Bajera Utara, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, pada Minggu (24/7/2016) sekitar pukul 01.45 Wita hingga saat ini pihak kepolisian masih kesulitan evakuasi bangkai bus dari dasar jurang.

Kedalaman jurang yang mencapai sekitar 10 meter serta kondisi medan di sekitar jembatan Yeh Otan terjal menambah kesulitan evakuasi bus yang sebelumnya berangkat dari benoa tersebut.

"Sampai saat ini masih belum bisa di evakuasi, kami masih mencari crane yang sesuai agar bisa mengangkat bus dari dasar jurang," kata Kasat Lantas Polres Tababan AKP Gede Eka Putra Astawa, (25/7/2016).

Dia menyebutkan pihaknya sudah sempat mencoba mengangkat badan bus yang melintang di sungai Yeh Otan, namun karena kekuatan crane yang dicoba kurang, pengangkatan batal dilakukan.

"Kemarin sudah kami coba, namun kekuatan crane tidak bisa, kami masih koordinasi dengan perusahaan crane untuk melakukan pengangkatan," jelasnya.

Pihak Lantas Polres Tabanan juga  memperhitungkan beban jembatan jika dipaksakan evakuasi bangkai bus dari atas jembatan, selain itu kondisi arus lalulintas akan diusahakan tidak sampai macet ketika proses evakuasi.

"Masih berkoordinasi dengan pemilik crane, jangan sampai aa masalah lagi ketika evakuasi," terangnya.

Sebelumnya Bus Pahala Kencana dengan nomor polisi D-7897-AJ terjun ke jurang tepatnya di Jembatan Yeh Otan di Banjar Dinas Bajera Utara, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali pada Minggu sekitar pukul 01.45 Wita, akibat kejadian itu seorang sopir cadangan atas nama Didin Saepudin (48) beralamat di Graha Bukit RT II Blok L6/16 RT 003/024 Cilame, Kabupaten Bandung meninggal karena cedera kepala berat.

Bus naas yang berangkat dari Benoa dengan berisi tiga penumpang termasuk supir akan menuju ke Gilimanuk untuk menyeberang ke pulau Jawa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved