Dharma Wacana

Dosa Besar Pemimpin Boneka Terjebak pada Ketamakan

Maka dengan demikian, agama sebagai tujuan untuk mencapai moksa jauh panggang dari api.

Dosa Besar Pemimpin Boneka Terjebak pada Ketamakan
TRIBUN BALI
IDA PANDITA MPU JAYA ACHARYA NANDA

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Belakangan ini masyarakat di beberapa kabupaten/kota di Bali diresahkan oleh para pemimpin-pemimpin boneka.

Yakni pemimpin yang bertindak sesuai dengan kehendak penguasa partai.

Maka dengan demikian, kemiskinan, pengangguran, dan kebodohan terus menghantui masyarakat.

Sebab orientasi pemimpin bukan untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi kesejahteraan partai.

Sesungguhnya agama tidak berbicara dalam ranah politik praktis.

Agama hadir untuk memberikan roh pada dunia perpolitikan, sehingga politik bisa berlaku santun dan memberikan kesejahteraan pada makhluk atau apa yang disebut dengan ambek paramartha.

Tetapi, ketika atas nama rakyat, kita mengenal suara rakyat sebagai suara Tuhan yang terakumulasi dalam bentuk demokratisasi.

Suara rakyat yang terwakili dalam partai, karena partai itu adalah refresentatif dari kehendak rakyat, di situlah kemudian ada orang yang menjadi alat dari partai untuk memimpin rakyat.

Baik dia berada di posisi legislatif ataupun eksekutif.

Sesungguhnya suara rakyat yang harus diperhatikan, tapi sekarang pimpinan partailah yang diperhatikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved