Bali Mandara Mahalango
Penonton Bali Mandara Mahalango Ditaburi Bunga
Sebelum pertunjukan tari dilakukan, penonton juga disambut dengan tabuh pembukaan yakni Tabuh Petegak Siwa Nata.
Penulis: i kadek karyasa | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penonton event budaya Bali Mandara Mahalango III ditaburi bunga lewat Tari Puja Astuti yang dibawakan oleh Sanggar Seni Yonggy Swara, Banjar Kerandang Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, Bali.
Tarian Puja Astuti ini merupakan tarian yang digunakan khusus untuk menyambut para penonton yang datang dalam pementasan tari klasik dengan taburan bunga sebagai sambutan selamat datang di Bali Mandara Mahalango yang digelar di Art Centre, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali, Selasa (26/7/2016) malam.
Sebelum pertunjukan tari dilakukan, penonton juga disambut dengan tabuh pembukaan yakni Tabuh Petegak Siwa Nata.
Tabuh ini merupakan struktur tabuh yang sederhana.
Tak heran pada tabuh pembuka itu mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah dari penonton di kalangan Madya Mandala di Depan Gedung Krisarnawa Art Centre, Denpasar.
Selain Tari Puja Astuti, Sanggar Seni Yonggy Swara juga menampilkan beberapa macam tari klasik diantaranya, Tari Marga Pati, Tari Jauk Longgor dan Tari Topeng Kenyum Manis.
Sosok Tari Topeng Kenyum Manis yang menggambarkan seorang penjual buah yang selalu tersenyum pada setiap pelanggannya ketika pelanggan menyambangi dagangannya.
Tari Topeng Kenyum Manis ini ditarikan oleh seorang laki-laki yang sesuai dengan sosok dan karakter penciptaan pada tarian ini.
Tarian ini juga menjadi tarian penutup yang dipersembahkan oleh Sanggar Seni Yonggy Swara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tari-puja-astuti-yang-ditampilkan-sanggar-seni-yonggy-swara-banjar-kerandang-kelurahan-pemecutan_20160727_141345.jpg)