Tenda Roboh Ketika Freddy Akan Dieksekusi, 3 Terpidana Mati Malah Menyanyi di Hadapan Regu Tembak!

Pendeta Rina Eklesia mengaku mendampingi ketiga terpidana mati asal Nigeria ketika akan dieksekusi mati

Tenda Roboh Ketika Freddy Akan Dieksekusi, 3 Terpidana Mati Malah Menyanyi di Hadapan Regu Tembak!
kompas.com
Mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati kasus narkoba satu-persatu keluar dari Nusakambangan, Rabu (29/4/2015) dini hari setelah eksekusi mati dilaksanakan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Indonesia telah melaksanakan eksekusi mati jilid 3 terhadap empat gembong narkoba di Lapas Nusakambangan, Jumat (29/7/2016) dini hari.

Orang pertama yang dieksekusi yaitu, Freddy Budiman (Indonesia), diikuti Seck Osmane (Nigeria), kemudian Michael Titus Igweh (Nigeria), dan ditutup dengan Humpry Ejike alias Doctor (Nigeria).

(VIDEO: Pemakaman Freddy Dikerumuni Warga, Sempat Rayakan Ulang Tahun Sebelum Dieksekusi Mati)

Salah satu kuasa hukum terpidana mati yang hadir saat eksekusi itu mengatakan, sebelum eksekusi mati dilakukan pada Freddy Budiman, sejumlah tenda yang akan dipakai untuk eksekusi mendadak roboh.

(Tenang Jalani Detik-detik Terakhir Hidupnya, Ini Pesan Freddy untuk Keluarga)

Namun, eksekusi tetap dilakukan sekitar pukul 00.45 WIB.

Pendeta Rina Eklesia mengaku mendampingi ketiga terpidana mati asal Nigeria ketika akan dieksekusi mati.

“Saya peluk mereka satu per satu,” kata Rina kepada Tribunnews, Jumat (29/07/2016).

Rina  merupakan seorang pendeta yang sering memberikan bimbingan rohani kepada para terpidana di Nusakambangan, Cilacap, Jawa tengah, sejak tahun 2002.

Rina mengenal dekat tiga di antara empat terpidana mati yang dieksekusi tersebut.

Halaman
123
Penulis: Aloisius H Manggol
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved