Breaking News:

Terpidana Mati Komang Dan Putu Anita Datangi PN Denpasar, ‘Saya Ingin Belajar Jadi Orang Baik’

Pasutri ini berharap dengan diajukan PK ini bisa terlepas dari vonis hukuman mati dan diperingan hukumannya.

Penulis: Putu Candra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Putu Candra
Heru dan Anita saat mengajukan permohonan PK di PN Denpasar, Jumat (29/7/2016). Pengajuan PK diterima Panitera Muda Pengadilan Negeri Denpasar, I Made Sukarta 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasangan suami istri (pasutri) Heru Hendriyanto alias E'en alias Komang (30) dan Putu Anita Sukra Dewi (25), terpidana mati kasus pembunuhan satu keluarga di Kampial Badung, resmi mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK), Jumat (29/7/2016) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Pasutri ini berharap dengan diajukan PK ini bisa terlepas dari vonis hukuman mati dan diperingan hukumannya.

"Saya berharap yang terbaik dari pengajuan PK ini. Saya ingin belajar jadi orang baik," jelas Heru saat ditemui di ruang tahanan sementara PN Denpasar.

(Kuasa Hukum Komang Dan Putu Anita Nilai Pembunuhan Satu Keluarga Beda Dengan Kejahatan Terorisme)

Ditemani kuasa hukumnya yakni Edy Hartaka, kedua terpidana digiring menuju ruang panitera untuk mengajukan PK.

Dalam pengajuan permohonan PK ini, langsung diterima oleh Panitera Muda Pidana PN Denpasar, I Made Sukarta.

Usai menandatangi berkas pengajuan PK, Heru dan Anita langsung dibawa kembali menuju Lapas Karangasem dengan pengawalan polisi, petugas lapas dan petugas dari Kejari Karangasem.

Kedua pasutri sudah 4 tahun menjadi penghuni di Lapas Karangasem.

Keduanya dijemput dari Lapas Karangasem dan tiba di PN Denpasar pukul 10.30 Wita.

Mengendarai satu mobil tahanan Kejari Karangasem, dua terpidana mati ini dikawal 2 polisi dari Polres Karangasem, 1 petugas lapas Karangasem dan 1 petugas Kejari Karangasem.

"Tadi kami langsung jemput dari Lapas Karangasem," ujar petugas Kejari Karangasem.

Heru Hendriyanto (25) dan Putu Anita Sukra Dewi (23), pasangan suami-istri, yang menjadi otak pembunuhan satu keluarga, yakni Purnabawa bersama istri dan anaknya di Kampial, Nusa Dua, Badung, divonis mati oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (6/11/2016).

Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan secara berencana kepada tiga nyawa, yakni Purnabawa dan istri serta anaknya oleh hakim yang dipimpin I Gusti Agung Bagus Komang Wijaya Adhi.

Di persidangan terungkap, Heru dan istrinya berperan sebagai dalang pembunuhan Purnabawa dan keluarganya, dengan mengajak tiga terdakwa lainnya untuk membunuh korban pada 16 Februari 2012. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved