Breaking News:

Heran 65 Penyuluh Bahasa Bali Mundur, Mangku Pastika: Manja, Tidak ada Fighting Spirit

Dikatakannya, penyuluh Bahasa Bali paling banyak lulus dari Gianyar, tetapi tidak mau untuk ditempatkan di Bangli dan Buleleng.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/AA Gde Putu Wahyura
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika selepas Simakrama di wantilan DPRD Bali, Denpasar, Sabtu (30/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika kesal terkait pengunduran diri 65 orang penyuluh Bahasa Bali.

Ia mengatakan, dahulu lulusan Bahasa Bali ribut untuk ada penyuluh Bahasa Bali.

Tetapi setelah diangkat tidak mau ditempatkan di daerah lain.

 Oleh karena itulah, ia menganggap penyuluh Bahasa Bali ini tidak ada fighting spirit dalam menjaga budaya Bali.

“Penyuluh Bahasa Bali ini, mereka ribut kalau tidak ada penyuluh Bahasa Bali. Setelah dipilih, diangkat tidak mau ditempatkan di tempat lain. Itulah anak-anak kita lembek, manja, tidak punya fighting spirit,” ujar Pastika dalam simakrama di wantilan DPRD Bali, Denpasar, Sabtu (30/7/2016).

Dikatakannya, penyuluh Bahasa Bali paling banyak lulus dari Gianyar, tetapi tidak mau untuk ditempatkan di Bangli dan Buleleng. 

Ia pun heran dengan tingkah anak muda Bali ini padahal dulu dirinya didemo agar ada upaya untuk melestarikan budaya Bali.

“Saya didemo itu, saya kesel juga. Katanya Bahasa Bali harus begini begini begini, saya di demo. Sudah demo mau jadi penyuluh, sudah dipenuhi, ditempatkan gak mau. Saya pengen marahin mereka, udah capek-capek seleksi mengundurkan diri,” jelas mantan kapolda Bali ini.

Iapun heran dengan semangat dari para penyuluh Bahasa Bali ini, ditempatkan di Buleleng saja gak mau, apalagi ditempatkan di Poso, Lampung, atau Sulawesi bersama orang Bali yang merantau di sana.

“Waktu seleksi mau ditempatkan dimana saja. Orang Gianyar ditempatkan di Bangli aja gak mau, apalagi kalau ditempatkan di Lampung, Sulawesi Tengah, Poso kan banyak orang Bali di situ. Maunya di desa dia biar terus mepet sama ibunya. Dimana jengahnya, fighting spirit-nya,” keluhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved