Breaking News:

Nganyarin ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Gubernur Bali Bahas Isu Ini

Merujuk pada sloka dalam kitab suci Reg Weda yang mengajarkan cara melayani Tuhan adalah dengan melayani para pemuja Tuhan.

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Gubernur Bali Made Mangku Pastika 

TRIBUN-BALI.COM, LUMAJANG - Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali  melakukan Bhakti Nganyarin serangkaian upacara Pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Lumajang, Jawa Timur, Pemprov Bali yang dimpin langsung Gubernur Bali Made Mangku Pastika melaksanakan "Bhakti Penganyar" pada Kamis (28/7/2016) .

Gubernur yang berbaur bersama krama di pura tersebut berkesempatan mendengarkan  Darma  Wacana dari Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa yang menyampaikan bahwa misi dari lahir ke duia ini adalah melayani, dan bukan dilayani.

Merujuk pada sloka dalam kitab suci Reg Weda  yang mengajarkan cara melayani Tuhan adalah dengan melayani para pemuja Tuhan.

”Melayani seseorang berarti melayani sang atma yang tidak lain berarti melayani Tuhan,“Madawa sewa Manawa sewa” –melayani Tuhan dengan melayani umat manusia”, ujarnya .

Gubernur Pastika juga berkesempatan menggelar diskusi (dharma tula) bersama sejumlah tokoh Hindu seperti  Ida Pandita Dukuh Acarya Daksa, Ketua PHDI I Gusti Ngurah Sudiana , Ketua MUDP  Jero suena Putus Upadesa, Tjokorda Ardhana Sukawati  dan Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Bali.

Pada kesempatan itu mengemuka sejumlah isu yang tengah dihadapi Bali Salah satunya adalah rencana pembentukan Badan Pengelola Kawaan Besakih.

Menurut Gubernur Pastika, pembentukan lembaga ini didasari atas permasalahan yang ada di Pura Besakih.

Dijelaskan Pastika, nantinya badan ini hanya akan berfokus mengurusi dua bagian dari konsep Tri Hita Karana , yaitu Pelemahan dan Powongan.

“Lembaga ini nantinya akan mengurus masalah Palemahan dan Pawongan. Kita tidak akan masuk ke ranah Parahyangan. Kita harapkan keberadaan badan ini dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitar pura Besakih,” ujarnya.

Menurut Pastika, saat ini sejumlah permasalahan terjadi di Pura Besakih diantaranya berkaitan dengan retribusi dan penataan pedagang, retribusi parkir serta tiket masuk bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pura Besakih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved