Breaking News:

Nganyarin ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Gubernur Bali Bahas Isu Ini

Merujuk pada sloka dalam kitab suci Reg Weda yang mengajarkan cara melayani Tuhan adalah dengan melayani para pemuja Tuhan.

Istimewa
Gubernur Bali Made Mangku Pastika 

Dijelaskan Pastika, semua itu tidak ada kejelasan kemana masuk uang retribusi tersebut.

Untuk itulah menurut Pastika perlu ada otoritas yang besar, tegas dan keras untuk mengelola kawasan Pura Besakih.

Jika itu tidak ada, maka kehancuran Pura Besakih perlahan pasti akan terjadi.

Saat ini menurut Pastika seolah-olah Desa Pakraman tidak berdaya terkait dengan permasalahan yang ada.

"Kita lihat dagang-dagangnya semrawut. Entah dagang dari mana dan yang dijual apa. Sehingga perlu ada yang bertanggung jawab diatas prajuru pakraman yang memiliki kewenangan lebih. Untuk itu lembaga ini perlu tokoh yang berpengaruh untuk mengambil keputusan di Pura Besakih, seperti yang ada di Pura Batur. Disana ada Jero Gede Alitan di Pura batur yang keputusannya di terima oleh semua pihak, jika beliau mengatakan A ya A. Semua pihak menerima dan menjalankan kepurusan tersebut, termasuk Gubernur juga harus menerima," tegasnya.

Untuk menjaga lembaga pengelolaan Pura Besakih yang baik, jika perlu menurut Patika akan dibiayai oleh pemerintah.

Hal itu dilakukan karena nantinya lembaga tersebut akan mengurusi masalah uang yang menurut Pastika sangat riskan apabila tidak dikelola dengan baik.

"Kalau perlu, badan tersebut kita biayai dan gaji agar tertib dan bersih. Sehingga nnatinya mereka bisa bekerja dengan baik, karena kalau sudah masalah uang pasti riskan. Semua ingin berebut dapat uang," ujarnya.

Pastika berharap, jika semua telah ditata dengan baik maka saat datang ke Pura Besakih nantinya akan mencerminkan ditempat yang didatanginya tersebut ada tempat suci dan kehadiran lembaga pengelolaan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved