Penerawangan Mbah Mijan, Freddy Budiman Dalam Kondisi Seperti Ini Saat Dieksekusi

Freddy Budiman jadi orang pertama yang dieksekusi mati di di Lapangan Tembak Panaluan, Lapas Nusakambangan

Penerawangan Mbah Mijan, Freddy Budiman Dalam Kondisi Seperti Ini Saat Dieksekusi
KCM
Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman (38) tengah difoto oleh warga saat menghadiri rilis pengungkapan kasusnya. Dia masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas. Rilis kasus Freddy diadakan di salah satu gudang miliknya di Mutiara Taman Palem, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015). 

TRIBUN-BALI.COM – Freddy Budiman jadi orang pertama yang dieksekusi mati di Lapangan Tembak Panaluan, Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/7/2016), pukul 00.45 WIB.

Saat eksekusi berlangsung, kawasan sekitar Lapas Nusakambangan diguyur hujan deras disertai guntur menggelegar.

Sebagian lampu di Lapas juga dimatikan agar eksekusi berlangsung tenang.

Paranormal, Mbah Mijan mengaku menerawang detik-detik eksekusi mati.

Sempat ikut menerawang, hanya saja kejadiannya sangat cepat. Tak ada yang horror, cuma hujan lebat membuat merinding,” tulis Mbah Mijan dalam kicuannya melalui akunnya pada Twitter @mbah_mijan, Jumat (29/7/2016).

Host program televisi “Jejak Paranormal” tersebut mengungkapkan hasil penerawangannya saat menanggapi pertanyaan tweeps. 

Jika sempat menerawang, lantas seperti apa reaksi Freddy saat ajal menjemputnya?

Saya melihat tak meronta, dalam kondisi kepala tertutup, dalam hitungan beberapa detik, kepala tertunduk dan selesai,” kicaunya.

Menurut Mbah Mijan, Freddy tenang saat peluru menembus tubuhnya karena telah siap secara lahir dan batin menghadapi apa yang akan terjadi.

Orang yang mengetahui ajalnya sendiri mungkin lebih tenang, karena ada kesempatan bersiap dari lahir dan batinnya,” lanjut dia dalam kicuannya sekaligus menanggapi lagi tweeps.

Sejak pukul 00.00 WIB, Jumat (29/7/2016), Mbah Mijan mengaku matanya tak dapat terpejam lantaran penasaran melihat setiap kali ada eksekusi mati.

Selain menerawang, dia menaruh harapan agar eksekusi mati ini menjadi momentum untuk menekan jumlah kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Diharapkan pula pengakuan Freddy soal adanya jenderal membekingi bisnis “barang haram” itu menjadi awal membongkar sindikat peredaran narkoba di negeri ini.

Sudah saatnya, oknum itu di lirik! Kalau hanya berantas di depan, tapi main di belakang, peredaran narkoba akan semakin menggila #Momentum,” kicaunya. (*)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved