Raut Wajah Bahagia Zulfikar Ali Karena Tidak Jadi Dieksekusi

Beberapa jam sebelum pria asal Pakistan itu menghadap regu tembak, eksekusi untuknya malah dibatalkan.

Raut Wajah Bahagia Zulfikar Ali Karena Tidak Jadi Dieksekusi
TRIBUNNEWS.COM / ADI PRIANGGORO
Terpidana mati Zulfikar Ali saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Cilacap sebelum dibawa ke Pulau Nusakambangan, 25 Juli 2016. kesehatan di RSUD Cilacap sebelum dibawa ke Pulau Nusakambangan, 25 Juli 2016. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Pemerintah Pakistan merasa lega mendengar kabar warganya yang menjadi terpidana narkoba di Indonesia batal dieksekusi.

Zulfiqar Ali menjadi satu dari terpidana mati yang sempat dikabarkan akan dieksekusi Jumat (29/7/2016) dini hari.

Namun, beberapa jam sebelum pria asal Pakistan itu menghadap regu tembak, eksekusi untuknya malah dibatalkan.

Batalnya eksekusi ini diyakini pemerintah Pakistan melalui duta besarnya di Jakarta, M Aqil Nadeem.

"Kementerian Luar Negeri RI telah mengonfirmasi pada kami bahwa eksekusi Zulfiqar Ali telah dibatalkan," kata Nadeem.

"Untuk sekarang, Ali aman. Pemerintah Pakistan lega nyawa Ali telah terselamatkan," imbuhnya.

Menurut Nadeem, ia tak bisa menjelaskan banyak terkait pembatalan eksekusi itu dan kasus yang menjerat Ali.

Sebab Nadeem pun tidak tahu apakah Ali sebenarnya telah diampuni atau eksekusinya itu hanya ditunda.

Ia hanya mengatakan otoritas Indonesia akan segera mengabarinya dan pihak Pakistan terkait penjelasan tersebut.

"Saya ini bukan orang bersalah, saya tidak pernah mempunyai narkoba tersebut, tetapi karena pengakuan Gurdip Sighn," ujar Zulfiqar diungkap oleh pengacaaranya, Saut Rajagukguk.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved