Freddy Minta Otak-otak dan Rendang Buatan Ibu Mantan Mertua

Sebelum dieksekusi mati atas kasusnya, ternyata Freddy Budiman sempat memesan otak-otak Bangka dan rendang buatan ibu mantan mertuanya.

Freddy Minta Otak-otak dan Rendang Buatan Ibu Mantan Mertua
Tribunnews.com/HO
Terpidana mati kasus narkoba, Freddy Budiman, bertukar tempat dengan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Baasyir di Lapas Pasir Putih Nusakambangan pada Sabtu (16/4/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. 

TRIBUN-BALI.COM, CILACAP - Sebelum dieksekusi mati atas kasusnya, ternyata Freddy Budiman sempat memesan otak-otak Bangka dan rendang buatan ibu mantan mertuanya.

Hal itu terjadi sekitar tiga bulan lalu, sebelum Fredy dipindahkan ke Nusakambangan.

"Sempat minta otak-otak dan rendang, jadi kami kirim dari sini, tepatnya tiga bulan lalu,”  ungkap adik mantan istri kedua Freddy Budiman, BD, saat ditemui di toko kacamata yang terletak di Kota Pangkalpinang, Jumat (29/7/2016).

Dari tiga istri, Freddy Budiman sendiri didapati masing-masing satu orang anak.

Dari istri pertama, Freddy memiliki satu orang anak laki-laki berusia sekitar 18 tahun yang baru lulus SMA.

Dari istri keduanya, yang juga kakak BD, Freddy mendapatkan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun.

Dan, dari istri ketiganya, didapati anak perempuan.

Satu hari sebelum eksekusi mati, Freddy pun sempat melakukan komunikasi melalui ponsel kepada ayah dan kakak pertama BD.

"Dia cuma meminta maaf dan minta untuk menjaga anaknya dari kakak saya," katanya.

‎Orangtua BD pun menjawab hal itu dengan meminta Freddy untuk ikhlas atas semua yang dijalaninya.

"Malah sempat guyon kepada Freddy, bilangnya siapa tahu nanti di sana (setelah kematian) ketemu sama kakak saya (RD), jadi bisa menyampaikan pesan yang selama ini belum tersampaikan," ujar BD.

‎Hingga proses jelang eksekusi pun, Freddy ditemani keluarga besarnya, salah satunya anak pria dari istri pertamanya yang juga dekat dengan keluarga BD sejak kecil.

"Anaknya sempat telepon ke orangtua saya dan nemenin Freddy terus, katanya anaknya itu nangis terus seharian, dan memang anak pertamanya itu dekat dengan kami karena sempat sekolah dasar beberapa tahun di daerah Bukit Merapin Pangkalpinang," pungkasnya. (Ajie Gusti Prabowo/Bangka Pos)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved