Eksekusi Mati Jilid III Terhadap 4 Orang Terpidana Mati Ilegal?

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut eksekusi mati jilid III terhadap empat orang terpidana mati ilegal.

Eksekusi Mati Jilid III Terhadap 4 Orang Terpidana Mati Ilegal?
tribunnews.com
Ribuan warga mengikuti prosesi pemakaman Freddy Budiman di tempat pemakaman umum Mbah Ratu di Jalan Gresik Surabaya, Jumat (29/7/2016). Freddy dimakamkan di dekat makam keluarganya. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyebut eksekusi mati jilid III terhadap empat orang terpidana mati ilegal.

Ada sejumlah aturan yang dilanggar pemerintah saat melakukan eksekusi.

(Anggaran Rp 7 Miliar untuk Eksekusi Mati Dipertanyakan)

Selain itu, YLBHI juga menemukan dugaan penyimpanan anggaran eksekusi.

Tiga dari empat orang yang dieksekusi di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (29/7/2016) lalu, yaitu Humprey Jeffersson, Seck Osmane, dan Freddy Budiman belum mendapatkan kejelasan soal grasi yang mereka ajukan.

Padahal pasal 13 Undang‑undang nomor 5 tahunn 2010 tentang grasi mensyaratkan hukuman mati tidak boleh dilakukan bila terpidana tengah mengajukan grasi.

"Mereka untuk dieksekusi, harus memegang keputusan presiden (keppres) soal penolakan hukuman mati," ujar Direktur YLBHI Julius Ibrani dalam konferensi pers bersama koalisi masyarakat tolak hukuman mati di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Minggu (31/7/2016).

“Terdapat pelanggaran proses yang begitu nyata. Belum ada keputusan Presiden akan mengabulkan grasi itu atau tidak. Ini Jelas pemerintah telah melanggar pasal 13 Undang-undang Grasi,” kata Julius.

Untuk itu, YLBHI mendesak Presiden dan Jaksa Agung untuk bertanggung jawab atas pelanggaran Undang-undang Grasi dan putusan MK No. 107/ PUU-XIII/2015.

Dalam jumpa pers yang juga dihadiri perwakilan dari KontraS, ICJR LBH Masyarakat, Imparsial, Elsam, dan Migrant Care ini, Julius menyebutkan banyaknya kejanggalan yang dilakukan oleh pemerintah dalam eksekusi jilid III ini.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved