Ketika Investor Bertemu Barong Bangkung di Lapangan Lumintang

Agus Sanjaya begitu apik terlihat memainkan sebuah kendang dalam acara Rare Bali Festival (RBF) 2 di Taman Lumintang.

Ketika Investor Bertemu Barong Bangkung di Lapangan Lumintang
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
Berbagai permainan dan pertunjukan seni ditampilkan oleh anak-anak dalam acara Rare Bali Festival 2 di Lapangan Lumintang, Denpasar, Sabtu (6/8/2016) untuk memperingati Hari Anak Nasional. Acara ini digelar Penggak Men Mersi bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Agus Sanjaya begitu apik terlihat memainkan sebuah kendang dalam acara Rare Bali Festival (RBF) 2 di Taman Lumintang, Denpasar, Bali, Sabtu (6/8/2016) sore.

Lirikan mata anak yang masih berusia tujuh tahun, ini sesekali terlihat ke kanan dan ke kiri, sembari terus memukul kendang yang ia gendong.

Agus Sanjaya adalah satu di antara 60 pemain kendang dari Sanggar Siwer Art, yang tampil di acara RBF 2 tersebut.


Berbagai permainan dan pertunjukan seni ditampilkan oleh anak-anak dalam acara Rare Bali Festival 2 di Lapangan Lumintang, Denpasar, Sabtu (6/8/2016) untuk memperingati Hari Anak Nasional. Acara ini digelar Penggak Men Mersi bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kota Denpasar. (Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa)

Ingetan eda korupsi. Eda ngawag ngentungan lulu. Eda pesan nganggo narkoba….” Begitu lagu yang dinyanyikan Agus Sanjaya bersama puluhan kawan-kawannya, sembari memainkan kendang di hadapan hampir seluruh pejabat Pemerintah Kota Denpasar, dan ribuan masyarakat yang menyaksikan RBF 2 itu.

Mengenakan pakaian tradisional, enam puluh anak-anak, mulai dari yang belum sekolah sampai anak-anak di jenjang SMP ini bermain kendang begitu kompak sembari menari dan bernyanyi.

“Iya memang suka bermain kendang. Latihannya sudah dua minggu di sanggar,” kata Agus Sanjaya, siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri 6 Sumerta itu seusai pentas.

I Gede Arya Swastika dari Sanggar Siwer Art sangat mengapresiasi adanya RBF ini.

Sebab, dengan adanya ajang seperti ini, anak-anak mendapatkan wadah untuk berkarya, dan berkreativitas.

Selama liburan sekolah kemarin, Arya Swastika rutin melatih 60 anak-anak itu bermain kendang.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved