Breaking News:

BNNP Bali Bekuk ‘Apotek Berjalan’ Jajakan Obat-obatan Terlarang

Ia belum menjalani masa tahanan akibat tersangkut kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Gede Tusan Widnyana (48) saat diamankan petugas BNNP Bali di kamar nomor 102 Hotel Lingsar I, Rabu (10/8/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Gede Tusan Widnyana (48) kembali dibekuk Tim Berantas gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dan BNN Kabupaten Badung, Bali, Rabu (10/8/2016) malam.

Ia belum menjalani masa tahanan akibat tersangkut kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Pria yang dikenal sebagai apotek berjalan sering berpindah-pindah tempat persembunyian sembari menjajakan obat-obatan terlarang dibekuk tanpa perlawanan di kamar hotel Jalan Gunung Semeru Nomor 1, Denpasar.

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menerangkan, tersangka yang berasal dari Sukasada, Kabupaten Buleleng ini masih menjalani masa tahanan vonis 9 bulan kasus curat.

Saat ini, Tusan berstatus cuti bersyarat (CB) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Denpasar.

Selama masa CB, Tusan mendapatkan pengawasan langsung dan menjalani wajib lapor dalam rangka tahap pembebasan.

Tusan sering pindah-pindah tempat persembunyian untuk mengelabui intaian petugas.

Menurut Suastawa, sebelum ditangkap, Tusan berpindah-pindah hotel lebih dari tiga kali.

“Dia ini statusnya menjalani masa tahanan kasus curat dan punya riwayat terlibat narkoba. Dalam masa CB ini kami dapat informasi, dia mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Dia berpindah-pindah tempat tinggal dan mengedarkan sabu kepada pembelinya, mirip apotek berjalan. Apabila ada pembeli sabu langsung dipakai di tempat. Setelah pakai langsung check out dan check in lagi di hotel yang baru,” jelas Suastawa, Kamis (11/8/2016).

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Kantor BNNP Bali, Tusan mengaku memperoleh sabu-sabu dari seseorang di Lapas Tabanan.

Rencananya, sabu-sabu tersebut akan ia edarkan di daerah asalnya di Buleleng.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti di antaranya 5 paket sabu dengan berat kotor 5,10 gram.

Sehari sebelum petugas juga mengamankan seorang pria berinisial SS (37) asal Banyuwangi, Jawa Timur, karena menyimpan sabu 0,10 gram.

SS dibekuk di sebuah rumah kos di Jalan Kanda Gang I Nomor 626 C, Sanur, Denpasar Selatan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved