Breaking News:

CCTV Tak Jangkau Lokasi Penyerangan Geng Bercadar Memakai Tombak dan Air Softgun

Kawanan bermotor ini dianggap sudah meresahkan masyarakat karena melakukan tindak kejahatan dengan cara sadis.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPIRA - Polsek Kuta Utara kini mendapat tugas berat untuk mengungkap para pelaku geng bercadar.

Kawanan bermotor ini dianggap sudah meresahkan masyarakat karena melakukan tindak kejahatan dengan cara sadis.

(Ini Kronologi Siswa SMP PGRI 3 Denpasar Diserang Geng Bercadar, Bagus Trauma)

Bahkan membawa senjata air softgun alias senapan angin.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol Heri Supriawan, berjanji mengusut tuntas dan menangkap pelakunya.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam.

Kepolisian akan meminta keterangan empat orang saksi yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) saat penyerangan yang dilakukan geng bercadar terhadap tiga siswa SMP PGRI 3 Denpasar.

“Kami akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada pada saat kejadian. Di antaranya, dua orang korban, pedagang Nasi Jinggo, dan salah satu karyawan Alfamart,” kata Kompol Heri, Kamis (11/8/2016).

Sebelumnya polisi sudah melakukan pengecekan ke TKP, menjenguk korban ke RS Sanglah, dan minta hasil visum dari ketiga korban.

Heri pun mengatakan sudah memeriksa CCTV yang ada di Almafamart.

"Namun sayangnya CCTV tersebut tidak menjangkau gambar pada saat kejadian. TKP terlalu jauh dari jangkauan CCTV," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved