Breaking News:

KKN PPM Unud Di Desa Getasan Badung

Mahasiswa Kedokteran Hewan Unud Bagikan Tip Cegah Bali Ziekte di Simantri 521

Penyakit merupakan salah faktor penting dalam sistem produksi yang harus diperhatikan. Produktitivitas ternak secara langsung akan menurun

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Aksi mahasiswa KKN PPM Desa Getasan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan di dampingi oleh petugasTenaga Keswan setempat. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam pemeliharaan ternak, salah satu penghambat yang sering dihadapi adalah penyakit.

Bahkan tidak jarang peternak mengalami kerugian dan tidak lagi beternak akibat adanya kematian pada ternaknya.   

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kelompok peternak dalam upaya meningkatkan kualitas hasil peternakan,  di Desa Getasan, Kecamatan  Petang, Kabupaten Badung,  Kelompok Tani Sari Merta Pertiwi Simantri 521 bersama dengan mahasiswa KKN PPM Unud telah menggelar kegiatan bertajuk Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan Kesehatan Ternak. 

Kegiatan bertempat di lokasi Simantri 521 Desa Getasan, Kabupaten Badung  mendatangkan narasumber  dari Fakultas Kedokteran Hewan Unud.


Penyuluhan Manajemen Pemeliharaan dan Kesehatan Hewan di Kelompok Tani Sari Merta Pertiwi Simantri 521, Desa Getasan, Kabupatan Badung. (Istimewa)

Acara yang dihadiri oleh semua anggota kelompok peternakyang berjumkah 22 orang, Bapak Sekdes, Ketua simantri, Tenaga Keswan Kecamatan Petang, Kelian Banjar, dan mahasiswa KKN PPM Unud berlangsung mulai pukul 09.00 sampai pukul 12.00 Wita.

Penyakit merupakan salah faktor penting dalam sistem produksi yang harus diperhatikan. Produktitivitas  ternak secara langsung akan menurun dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. 

Upaya pengendalian penyakit pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan melalui cara pemeliharaan yang baik, sehingga peternak memperoleh pendapatan secara maksimal.

Upaya pengendalian penyakit dapat dilakukan melalui usaha pencegahan penyakit dan atau pengobatan pada ternak yang sakit.

Namun demikian usaha pencegahan dinilai lebih penting dibandingkan pengobatan, demikian paparan narasumber Dr. drh. Ida Bagus Kade Suardana, MKes, dalam diskusi penyuluhan kesehatan ternak.


Sapi terserang bali ziekte derajat ringan (kiri) dan sapi-sapi milik Kelompok Simantri 521 (kanan). (Istimewa)

Dalam diskusi peternak yang hangat dan dibalut dalam suasana kekeluargaan, diketahui  bahwa penyakit yang masih sering muncul adalah bali ziekta, penyakit parasit, “bloat” , mencret darah, dan demam 3 hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved