Miris, Enam Pelajar SMA Curi Uang Sesari di Pura di Kawasan Kuta, Ini Alasannya!

Mereka pun mengaku kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya ini.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Enam Remaja saat pemeriksaan dalam kasus kenakalan remaja pencurian uang di sejumlah tempat ibadah di Polsek Kuta Selatan, Badung, Jumat (12/8/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Enam anak di bawah umur menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kuta Selatan, Badung, Jumat (12/8/2016).

Adalah KA (16), AA (15), RK (15), DW (17), KW (15) dan RP (17).

Mereka pun mengaku tidak mengetahui jika mengambil uang sesari di pura adalah tindakan melanggar hukum.

Mereka pun mengaku kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya ini.

“Kami tak tahu kalau ternyata bisa mengancam kami masuk penjara. Awalnya ambil uang dengan hasil dibagi makan dan minum,” kata KA kepada petugas penyidik di Mapolsek Kuta Selatan, kemarin.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, AKP Yahya, selama ini anak-anak tersebut beraksi selain di pura, juga di wilayah hukum Polsek Kuta.

Yahya menjelaskan, tetap akan melakukan tindakan hukum.

Namun, karena masih anak di bawah umur akan mendapatkan diversi. Mereka tidak ditahan namun wajib lapor.

“Namanya juga anak-anak dan baru pertama kali,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan dua wilayah yaitu Kuta dan Kuta Selatan yang diincar anak-anak ini sebanyak lima pura.

Aksi pencurian dilakukan pada malam hari.

Mereka diketahui masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mendapatkan hasil curian paling banyak Rp 100 ribu.

“Saat beraksi anak-anak ini mencuri bertiga, berempat dan bahkan sampai berenam. Beda pura beda rekanan untuk mengambil uang. Totalnya mereka melakukan pencurian sebanyak lima kali di Kelan, Kuta, dan Jimbaran,” jelas Yahya. (*)

Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved