Tabrak Pohon Seberang Art Centre, Mahasiswa Mahasaraswati Alami Gegar Otak Hingga Tulang Pipi Patah!

Kadek Eka kaget lihat wajah korban bengkak dan muntah-muntah di RSUP Sanglah

Tabrak Pohon Seberang Art Centre, Mahasiswa Mahasaraswati Alami Gegar Otak Hingga Tulang Pipi Patah!
TRIBUN BALI/SARAH VANESSA BONA
Dede(20) sedang beristirahat di dalam ruang IGD RSUP Sanglah sembari menunggu tersedianya kamar rawat, Minggu(14/8/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR– Kadek Eka(19) terlihat sedang menerima telepon dari seorang teman melalui telepon genggamnya di ruang tunggu pengunjung di halaman luar IGD RSUP Sanglah.

Ia sedang menjelaskan kondisi teman sekaligus tetangganya, Dede (20), yang menjadi korban kecelakaan tunggal tadi pagi dan kini sedang menjalani perawatan di IGD RSUP Sanglah, Minggu (14/8/2016).

Eka menceritakan pagi itu sekitar pukul 05.00 WITA Dede dan temannya sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di kawasan perumahan yang terletak di belakang Terminal Batubulan Gianyar.

Kecelakaan tersebut bermula saat Dede tengah melintasi jalanan Hayam Wuruk tepatnya di dekat lampu lalu lintas menuju Taman Budaya (Art Centre) Denpasar.

Dede yang mengendarai motor Honda Vario milik temannya dengan kecepatan sedang tiba-tiba menabrak pohon besar di dekat lampu merah dan keduanya pun terpental dari atas motor.

Mahasiswa semester enam Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati tersebut langsung dilarikan ke IGD RSUP Sanglah karena mengalami luka yang cukup parah.

Dari hasil pemeriksaan medis, Dede mengalami gegar otak ringan, retak pada kedua bagian tulang pipi, dan hidungnya sempat mengeluarkan darah.

"Waktu saya sampai disini, saya kaget lihat wajahnya bengkak dan dia muntah-muntah," tutur Eka yang ditemani kakaknya di ruang tunggu pasien yang terletak di samping IGD.

Mahasiswa semester 3 Fakultas Sastra Universitas Udayana tersebut menceritakan Dede pergi sejak malam hari bersama temannya ke daerah Kuta Badung untuk nongkrong bersama teman-temannya.

Usai nongkrong, keduanya pun beranjak menuju rumah subuh tadi.

"Mungkin karena main sampai pagi terus mengantuk saat bawa motor makanya bisa nabrak," ujar Eka ketika ditanya mengenai penyebab kecelakan.

Eka mengatakan saat ini Dede hanya ditemani kakak sepupunya karena orangtua Dede sedang bekerja di Kalimantan. Mereka masih menunggu tersedianya kamar rawat untuk Dede karena Dede harus menjalani operasi untuk memperbaiki kedua tulang pipinya yang retak.

Sementara itu, teman yang dibonceng Dede hanya menderita luka-luka lecet pada kakinya dan enggan dirawat di rumah sakit.

Penulis: Sarah Vanessa Bona
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved