Dengan Jaringan Smart City di Bali, Informasi Bisa Dibuka di Kota Lain

Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan media elektronik merupakan faktor yang sangat penting dalam berbagai transaksi internasional saat ini.

Dengan Jaringan Smart City di Bali, Informasi Bisa Dibuka di Kota Lain
Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima kunjungan PT Telkom, di kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Bali, Senin (15/8/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kemajuan teknologi informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka banyak peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan media elektronik merupakan faktor yang sangat penting dalam berbagai transaksi internasional saat ini, terutama dalam transaksi perdagangan.

Bali yang tergantung dari sektor pariwisata sebagai penghasil PAD tertinggi, pun harus didukung oleh instansi publik yang mengikuti kemajuan teknologi informasi, namun harus tetap efisien dan bijaksana dalam penggunaannya.

Jika bisa memanfaatkan peluang kemajuan era digital dengan baik, maka akan ada hasil yang bisa diperoleh baik dari segi penyebaran informasi, promosi dan pemasaran objek wisata.

Oleh karena itu, penataan sarana informasi yang akan dilaksanakan oleh Pemprov Bali ke depan harus pula diarahkan untuk mendorong masyarakat Bali yang melek informasi, sehingga bisa lebih tahu perkembangan informasi daerah lain di Indonesia.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika menanggapi akan dibangunnya jaringan Smart City saat menerima audensi rombongan PT Telkom di ruang kerjanya, di Renon, Denpasar, Bali, Senin (15/8/2016).

“Ini peluang bagus, agar kita bisa mengambil manfaat dari kemajuan era digital. Instansi publik harus bisa mengikuti kemajuan teknologi dan harus efisien. Dengan adanya jaringan ini, yang sudah merasa hebat sekarang, saat bisa mengakses informasi, akhirnya jadi tahu mungkin saja daerah lain memiliki inovasi yang lebih baik,” cetus Pastika.

Gubernur Pastika menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus bisa mendukung pemasaran akomodasi pariwisata di Bali, namun ia mengingatkan di satu sisi pemasaran yang terlalu bebas, terutama melalui aplikasi medsos memungkinkan terjadi transaksi yang tidak menghasilkan pendapatan bagi daerah.

Hal ini dicontohkan adanya aplikasi yang memungkinkan para penggunanya bisa berbagi tempat hunian sementara bagi pengguna aplikasi lainnya yang sedang berwisata ke daerah si pemilik hunian, yang tentunya tempat hunian tersebut tidak dikenakan pajak.

“Sekarang ini dengan kemajuan teknologi bisa memasarkan akomodasi pariwisata dengan bebas, dan mungkin saja tidak bisa dikenakan pajak. Harusnya dengan ada orang dagang, dibantu fasilitasi pemasaran, dan tetap ada pemasukan bagi pemerintah daerah,” ujar Pastika.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved