HUT Kemerdekaan RI

Tak Hadir di Upacara HUT RI, Sby Pamit Lewat Twitter

Ketidakhadiran di upacara HUT RI disampaikan SBY langsung melalui akun Twitter resmi miliknya, @SBYudhoyono.

Editor: Irma Yudistirani
Tribun Bali/ Rizal Fanany
Penjual menata pernak pernik merah putih di Jalan Letda Tantular, Denpasar, Bali, Sabtu (13/8/2016). Menjelang hari kemerdekaan penjualan pernak pernik tersebut mengalami peningkatan. Harga dibanderol mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 800 ribu rupiah sesuai motif dan ukuran. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menghadiri sidang tahunan MPR/DPR/DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016), dan upacara HUT RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2016).

Ketidakhadiran di upacara HUT RI disampaikan SBY langsung melalui akun Twitter resmi miliknya, @SBYudhoyono.

"Setelah 10 tahun terakhir saya peringati hari kemerdekaan tersebut di Jakarta, insyaallah tahun ini saya akan peringati bersama masyarakat Pacitan," tulis SBY.

SBY mengaku selama 10 tahun dirinya menjadi Presiden, dia selalu ingin pulang kampung untuk merayakan hari kemerdekaan di Pacitan.

Menurut dia, mantan presiden dan mantan Wapres dalam acara di MPR dan juga Peringatan Detik‑detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana hanya sebagai tamu undangan.

"10 kali saya sampaikan pidato di Senayan, hanya beberapa kali satu‑dua mantan presiden dan Wapres hadir. Karena memang undangan sifatnya. Dalam peringatan Detik‑detik Proklamasi di Istana, Gus Dur pernah hadir sekali. Selebihnya para mantan presiden peringatinya di tempat lain," imbuh dia.

Oleh karena itu, SBY mengatakan, saat menjadi presiden, lalu ada mantan presiden atau mantan Wapres yang tak hadir, maka dia tak pernah berpikiran negatif.

Karena hanya bersifat tamu undangan, maka tidak ada keharusan bagi tamu itu untuk hadir.

Maka dari itu, Selasa pagi kemarin dia bertolak dari Jogjakarta menuju Pacitan bersama sang istri, Ani Yudhoyono, dengan kereta api.

SBY berencana memperingati HUT RI bersama pejuang dan veteran di Nawangan, Pacitan, yang merupakan tempat Panglima Sudirman dulu memimpin perang gerilya.

"Saya minta maaf kpd masyarakat, karena sempat ada "kesimpangsiuran" perihal ketidakhadiran saya kemarin. Inilah penjelasan saya. Semoga rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan di Jakarta sukses dan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia makin maju," tulis dia. (kps/wly)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved