Jenazah Aipda I Wayan Sudarsa akan Diautopsi, Polisi Gali Keterangan Kalangan Transgender

Sebelumnya, pihak keluarga I Wayan Sudarsa menyatakan keberatan terhadap autopsi.

Istimewa
Petugas identifikasi dari Inafis Mabes Polri sedang memeriksa bercak darah di sebuah penginapan di Kuta, Kamis (18/8/2016), untuk menguak terbunuhnya polisi Aipda I Wayan Sudarsa. Bercak ada di tembok kamar penginapan, di tangga dan di sebuah handuk. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto mengatakan, karena jumlah saksi masih minim, maka mengungkap kasus kematian anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Denpasar yang bertugas di Polsek Kuta, yakni Ajun Inspektur Dua (Aipda) I Wayan Sudarsa, pada Rabu (17/8/2016) lalu, dibutuhkan juga autopsi pada jenazah korban.

(Tewasnya Polantas I Wayan Sidarsa, Temuan Tas Arahkan Dugaan ke Wanita Bule Australia)

Kepolisian juga telah memeriksa rekaman CCTV di Hotel Pullman.

(Ini Keterangan Saksi, Tarik Menarik di Pagar Pantai Kuta Hingga Temuan 3 Bercak Darah di Hotel)

Namun karena lokasi CCTV cukup jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara), polisi belum mendapatkan petunjuk yang optimal dari CCTV itu.

Apalagi, TKP juga tertutupi pepohonan.

Sebelumnya, pihak keluarga I Wayan Sudarsa menyatakan keberatan terhadap autopsi.

Mereka menganggap kejadian itu sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian Sudarsa.

Kapolda Bali bersama jajaran kemarin sudah meminta persetujuan keluarga korban untuk melakukan autopsi.

"Akan dilakukan autopsi untuk kepentingan penyidikan,” kata Kapolda.

Halaman
12
Penulis: Manik Priyo Prabowo
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved