SMAN 1 Tabanan Mengelak Ada Pelarangan Kaos Tolak Reklamasi Saat Konser SID
Kegiatan konser itu merupakan rangkaian perayaan hari ulang tahun SMAN 1 Tabanan
Penulis: I Made Argawa | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Pihak SMAN 1 Tabanan mengelak jika ada pelarangan menggunakan tshirt Bali tolak reklamasi saat sekolah tersebut menggelar konser band Superman Is Dead (SID) pada Sabtu (20/8/2016).
Kepala sekolah SMAN 1 Tabanan, I Made Jiwa ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tidak melihat peristiwa itu secara langsung.
Dia menyebutkan, kegiatan konser yang diselenggarakan SMAN 1 Tabanan adalah sebagai perayaan hari ulang tahun.
“Konser sebagai perayaan kegiatan ulang tahun, intinya agar anak-anak senang saja,” ujarnya Senin (22/8/2016).
Ketua Osis SMAN 1 Tabanan, I Made Myasa Dharmika mengatakan, konser yang digelar pihaknya bertujuan untuk hiburan saja.
Siswa kelas 12 IPA itu menyebutkan, pihaknya tidak menginginkan ada nuansa politik masuk dalam acara yang digagasnya.
“Kami tidak mendukung atau menolak (reklamasi Teluk Benoa, red), yang jelas ini hanya acara hiburan,” ujarnya.
Untuk pelarangan masuk bagi para penonton SID yang kebetulan menggunakan tshirt Bali tolak reklamasi, dia menyebutkan langkah itu diambil atas arahan pihak keamanan.
“Agar acara berjalan lancar saja, intinya tidak ada yang begitu-begitu (tolak maupun pro reklamasi Teluk Benoa, red),” ujarnya.
Sebelumnya, salah satu penonton, I Dewa Alit Dwi Martha (21) mengeluh karena tidak diperkenankan memasuki acara konser SID di lapangan SMAN 1 Tabanan.
Ia dicegat oleh dua orang panitia acara dan diminta melepas baju Tabanan tolak reklamasi yang digunakannya bersama lima rekannya.
“Saya dan teman-teman disuruh ganti baju ketika ingin masuk, saya tanyakan kenapa, dibilang ada unsur politis dan ada instruksi dari Polda Bali,” jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anker-tolak-reklamasi_20160201_103415.jpg)