Polisi Tewas di Pantai Kuta

Ini Cerita Istri Polisi Korban Pembunuhan di Pantai Kuta Bali

Arsini berharap mereka menjadi generasi penerus yang baik seperti ayahnya dan menjadi kebanggaan keluarga dan institusinya.

Nova
Ni Ketut Arsini didampingi anak pertama korban saat prosesi pembakaran jenazah, Jimbaran 

TRIBUN-BALI.COM - Ni Ketut Arsini (53), istri mendiang Aipda Wayan Sudarsa, polisi korban pembunuhan oleh dua warga asing ingin pelakunya dihukum berat.

"Saya tidak mendapat firasat apa-apa. Bapak itu baik, saya ingin pelakunya dihukum berat," kata Ketut Arsini saat di pemakaman, Jimbaran, Badung, Bali, Minggu (21/8/2016).

(David Bakar Baju Berlumur Darah, Dompet, dan KTA Polisi Korban Pembunuhan di Kuta)

Mendiang Aipda Wayan Sudarsa meninggalkan satu istri dan dua anak laki-laki yang sudah dewasa.

Arsini berharap mereka menjadi generasi penerus yang baik seperti ayahnya dan menjadi kebanggaan keluarga dan institusinya.

"Saya berharap anak-anak saya sukses. Jadi kebanggaan seperti ayahnya. Saya ikhlas," ujarnya menahan tangis.

Hari ini, jenazah Aipda Sudarsa dilakukan proses pembakaran tapi bukan ritual Pengabenan melainkan ritual "Simpen di Geni", dimana ritual ini berbeda dengan upacara Pengabenan yang membutuhkan banyak sesaji atau Banten.

Nanti jika akan dilakukan ritual Pengabenan, arwah mending Sudarsa dipanggil sesuai tata cara Hindu.

Pembakaran jenazah dilakukan di Setera Agung atau pemakaman di Desa Adat Jimbaran yang usai upacara kemiliteran dari kepolisian.

Prosesi pelepasan dan pembakaran disaksikan keluarga, teman dan desa adat setempat. (Sri Lestari / Kompas.com)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved