Bali Mandara Mahalango

Sanggar Widyaksara Tampilkan Arja Khas Remaja

Keinginan untuk mempersunting gadis tersebut kandas karena pusaka puri yang dimilikinya tidak bisa meyakinkan bahwa ia seorang pangeran.

Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/Cisilia Agustina S
Sanggar Widyaksara membawakan penampilan arja inovatif tentang Kisah Pis Bolong Kepeh di Bali Mandara Mahalango, di Taman Budaya, Denpasar, Bali, Senin (22/8/2016) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisah Pis Bolong Kepeh dibawakan oleh Sanggar Widyaksara dalam Bali Mandara Mahalango di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali (Art Center), Denpasar, Bali, Senin (22/8/2016) malam.

Arja Inovatif ini mengisahkan sebuah pusaka puri yang diberikan kepada pangeran dari Kerajaan Mandara Langu, untuk selalu dijaga karena akan berguna di masa depan.

Karena begitu lama dan tidak mengertinya sang pangeran terhadap kegunaan pusaka tersebut, rasa kesal pun menyelimuti sang pangeran.

Dan rasa kecewa pangeran meninggalkan Puri untuk berfoya-foya.

Dalam pengasingannya sang pangeran bertemu dengan gadis cantik dan sangat kaya.

Keinginan untuk mempersunting gadis tersebut kandas karena pusaka puri yang dimilikinya tidak bisa meyakinkan bahwa ia seorang pangeran.

Koordinator Sanggar Widyaksara, I Gusti Ngurah Edy Arta Gunawan mengatakan, lewat pementasan ini, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka sebagai kalangan muda juga mampu menampilkan Arja.

“Lewat pertunjukan kali ini, kami ingin menunjukkan bahwa yang muda juga bisa menampilkan Arja, biasanya kan yang tua umumnya. Bukan mengenyampingkan yang tua, tapi kami tetap minta binaan dari yang tua,” ujar Gus Edy, begitu ia akrab disapa.

Tidak memakai babat, menurutnya, pemilihan cerita ini berdasarkan cerita sendiri kekinian untuk menyisipkan unsur segar khas anak muda. Seperti pencarian cinta dan jodoh khas remaja.

“Di sini kami tidak menggunakan babat, tapi dari cerita sendiri biar menyisipkan unsur remajanya,” ujarnya.

Sesuai dengan tujuan pertunjukan tersebut, di mana untuk menunjukkan produktivitas dan kreativitas para seniman muda, ada 8 orang yang tampil pada pertunjukan ini. Yang memerankan condong, galuh, Liku I, Punta, Wijil, Mantri Buduh I, Desak Raid an Liku II. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved