Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ahli Made Gelgel: Kasus Munir Sulit Diungkap, Kasus Mirna Gampang Tapi Seperti Sinetron!

I Made Agus Gelgel Wirasuta diketahui turut menganalisa kasus kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM)Munir tahun 2004 lalu

NET
Ahli Toksikologi dari Universitas Udayana Bali, I Made Agus Gelgel Wirasuta, Jessica Kumala Wongso, dan Otto Hasibuan 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Ahli Toksikologi dari Universitas Udayana Bali, I Made Agus Gelgel Wirasuta diketahui turut menganalisa kasus kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir tahun 2004 lalu.

Made Gelgel dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).

Ia menilai kasus pembunuhan menggunakan racun kepada Munir, lebih sulit diungkap daripada kasus Wayan Mirna Salihin.

Pada waktu itu, kasus pembunuhan Munir sulit karena keterbatasan sarana dan prasarana sehingga Indonesia memerlukan bantuan dari negara lain.

Sementara itu, kasus pembunuhan Mirna menjadi menarik karena disorot awak media serta mendapatkan perhatian dari masyarakat.

"Ini (kasus pembunuhan Mirna) tidak ada masalah cuma yang membuat masalah kalian (awak media). Kasus ini menjadi ramai. Sinetron menjadi panjang. Jadi menarik buat masyarakat," kata Gelgel.

Selain dua kasus yang menjadi bahan perbincangan di masyarakat itu, kata dia, ada sejumlah kasus pembunuhan menggunakan racun lainnya.

Namun, karena terjadi di daerah sehingga luput dari pemberitaan.

"Banyak kasus kematian karena sianida. Di Bali ada dukun, pasien dikasih obat ternyata potas itu juga sianida, tetapi tak terekspose seperti ini. Karena apa? Interest masyarakat tidak tinggi. Nilai jual berita tidak begitu hebat," tambahnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved