Recovery Pasar Badung Butuh Rp 250 Miliar, Pemkot Pangkas Dana Pembangunan Infrastrukur

Pembangunan jalan, gedung sekolah, dan proyek-proyek lainnya di Kota Denpasar dipangkas untuk mendanai megaproyek recovery Pasar Badung.

Recovery Pasar Badung Butuh Rp 250 Miliar, Pemkot Pangkas Dana Pembangunan Infrastrukur
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pasar Badung, Denpasar terbakar, Senin (29/2/2016) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan jalan, gedung sekolah, dan proyek-proyek lainnya di Kota Denpasar dipangkas untuk mendanai megaproyek recovery Pasar Badung.

Proyek Pasar Badung ini membutuhkan dana Rp 250 miliar lebih.

Pemangkasan dana proyek intrastruktur ini karena hingga sekarang pemerintah pusat belum memberikan kepastian apakah akan mengucurkan bantuan kepada Pemkot Denpasar atau tidak.

Pemangkasan anggaran intrastruktur di Pemkot Denpasar ini terungkap dalam rapat tim Badan Anggaran DPRD Denpasar bersama tim anggaran eksekutif Pemkot Denpasar Jumat (26/7/2016) sore kemarin.

“Iya benar, kita sangat sayangkan sekali. Padahal harusnya Agustus sudah ada kepastian, tapi belum juga ada kepastian apakah akan dapat dana itu atau tidak. Makanya untuk mensiasati, terpaksa digunakan APBD dulu dalam perencanaan,” kata Sekretaris Fraksi PDIP Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra yang juga ikut dalam rapat kemarin.

Rapat tersebut dihadiri antara lain, Ketua DPRD Denpasar beserta anggota Tim Anggaran dan jajaran Setda Kota Denpasar yang dipimpin Sekda Denpasar, AAN Rai Iswara.

Proyek pembangunan Pasar Badung direncanakan terealisasi pada tahun 2017.

Untuk sementara, dana belanja modal Rp 224.421.752.735 harus dirancang untuk membangun kembali Pasar Badung.

Berdasarkan data Kebijakan Umum APBD-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Denpasar 2017 yang telah disepakati kemarin, total belanja modal Pemkot Denpasar Rp 261.241.524.285.

Jika dialihkan untuk proyek Pasar Badung senilai Rp 224 miliar lebih, maka sisa belanja modal untuk pembangunan infrastruktur, gedung sekolah, dan lainnya hanya Rp 36.819.771.550.

Sisa dana tersebut akan dibagi ke seluruh SKPD.

“Secara prinsip, saya sangat mendukung pembangunan Pasar Badung dibangun pada 2017. Tapi jujur, saya sedih dan miris melihat perencanaan di KUA-PPAS kemarin. Semua anggaran untuk pembangunan dipangkas untuk bangun Pasar Badung. Jadinya nanti 2017 terancam tidak ada pembangunan apa-apa,” kata AA Susruta Ngurah Putra, anggota DPRD Denpasar yang juga ikut rapat.

Susruta menyayangkan kebijakan yang diambil Pemkot Denpasar dengan memotong anggaran untuk jalan, gedung sekolah, dan lain sebagainya.

“Kalau menurut saya seharusnya dilakukan peminjaman dulu ke bank. Jadinya pembangunan jalan, gedung sekolah juga tetap jalan. Di Kota Denpasar, butuh Rp 400-an miliar untuk menuntaskan jalan yang belum dibenahi, gedung sekolah masih kurang,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Denpasar. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved