Yogurt Aneka Rasa Dan Susu Skim Bisa Sebabkan Asam Lambung Meningkat
Faktor efek samping obat-obatan tertentu seperti obat rematik dan asam urat juga dapat menjadi penyebab maag.
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama ini faktor terlambat makan dan stres pikiran dianggap masyarakat menjadi penyebab timbulnya penyakit maag.
Namun kedua faktor tersebut tidak selalu benar dan bukan menjadi penyebab utama timbulnya penyakit maag.
Spesialis Penyakit Dalam RSUPN Ciptomangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa penyebab timbulnya penyakit maag yang diderita mayoritas masyarakat Indonesia disebabkan oleh kuman Helicobacter Pylori
Ari menjelaskan kuman Helicobacter Pylori adalah satu-satunya kuman yang dapat hidup dalam lambung.
Tidak sembarang kuman dapat bertahan dalam lambung karena biasanya akan mati dihancurkan asam lambung yang diproduksi lambung.
Apabila kuman tersebut masuk ke dalam lambung maka akan menyebabkan luka di lambung, pendarahan lambung, hingga yang paling fatal menimbulkan kanker lambung.
Jenis kuman ini juga belum terlalu banyak digembar-gemborkan daripada jenis kuman malaria dan demam berdarah yang masih menjadi penyakit favorit masyarakat Indonesia.
Ari sendiri sudah melakukan penelitian di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti beberapa diantaranya Medan, Padang, Jakarta Surabaya, Makassar,Papua dan Pontianak.
Penelitian dilakukan dengan melihat faktor genetik yaitu kekebalan tubuh pasien, faktor makanan, dan faktor pola kebersihan seperti cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Setiap centre diambil sekitar 40-50 sample pasien yang menderita sakit maag dengan melakukan pemeriksaan endoskopi dan biopsi untuk mengambil jaringan untuk melihat ada atau tidaknya kuman yang ditemukan oleh Barry Marshall dan Robin Waren pada tahun 1983 di Perth Australia.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sekitar 22,1 persen penderita sakit maagh di Indonesia disebabkan oleh kuman Helicobacter Pylori.
"Bukan dari faktor risiko, namun ternyata paling besar disebabkan faktor genetik dari kuman tersebut," ujar Ari yang mengatakan akan kembali melanjutkan penelitian maag di Merauke.
Ari mengemukakan sekitar 40% penderita sakit maagh diakibatkan oleh kuman berasal dari suku batak, 40% dari suku Papua, 10% dari suku Jawa, dan 30% dari suku Kupang, dan 30% lagi berasal dari suku Bugis.
Ari menjelaskan jumlah tersebut perlu menjadi pengetahuan umum dokter agar mempermudah pemeriksaan kedepannya.
"Misalnya ada orang Batak yang berobat bisa langsung dikenali mungkin berasal dari kuman juga atau tidak," tutur Ari.
Faktor makanan yang tidak sehat dan sumber air yang tercemar turut berpengaruh menyebabkan kuman tersebut masuk ke dalam tubuh manusia.
Sampai saat ini baru dua jenis antibiotik saja yang dapat mengatasi kuman penyebab maag tersebut yaitu amoksisilin dan klaritromisin.
Sementara itu Ari meyakini belum ada obat tradisional yang mampu mengobati kuman penyakit ini.
"Namun harus dipastikan apakah benar karena kuman atu bukan. Jika bukan karena kuman jangan diberikan dua antibiotik itu," imbau Ari
Helicobacter Pylori disebutkan mulai mengganas karena jangka waktu pengobatan yang dulunya hanya sekitar seminggu, kini pengobatan bisa memakan waktu menjadi dua minggu dimana penderita harus rutin mengkonsumsi kedua antibiotik tersebut.
Ari juga menambahkan bahwa faktor efek samping obat-obatan tertentu seperti obat rematik dan asam urat juga dapat menjadi penyebab maag.
Tren yogurt dengan berbagai varian rasa juga tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi karena dapat meningkatkan asam lambung.
Apabila asam lambung diproduksi secara berlebihan dapat menimbulkan nyeri akibat perih lambung hingga menimbulkan kematian.
"Susu skim itu ada keasaman tertentu sehingga bisa memperbanyak asam lambung dalam tubuh," urainya.(*)