Mahasiswa KKN ISI Denpasar Gali Potensi Seni di Nusa Penida

KKN ISI Denpasar telah memberikan stimulus perubahan mind set masyarakat di Nusa Penida yang awalnya kurang peduli, menjadi bangga dengan keseniannya.

Mahasiswa KKN ISI Denpasar Gali Potensi Seni di Nusa Penida
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Rektor ISI Denpasar, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha SSkar MHum ketika menutup secara resmi pelaksanaan KKN mahasiswa ISI Denpasar di Nusa Penida, Klungkung, Rabu (31/8/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, NUSA PENIDA - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menggelar acara penutupan KKN (Kuliah Kerja Nyata) tahun 2016 di Wantilan Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Rabu (31/8/2016) sore.

Selain dihadiri oleh mahasiswa dan dosen ISI Denpasar, acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Rektor ISI Denpasar Prof Doktor I Gede Arya Sugiartha SSkar MHum serta Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Ketua Panitia KKN ISI Denpasar Tahun 2016, Dr Ida Ayu Trisnawati SST MSi menjelaskan, pelaksanaan KKN ISI Denpasar di Nusa Penida tahun 2016 bertema "Melalui KKN ISI Denpasar tahun 2016, Kita Wujudkan Masyarakat Berkarakter, Santun dan Inovatif Melalui Seni Budaya Berbasis kearifan lokal,".

KKN tersebut berlangsung 31 Juli 2016 sampai 31 Agustus 2016, dan menerjunkan setidaknya 343 Mahasiswa, yang tersebar di 16 desa di Kecamatan Nusa Penida.

Selama sebulan penuh pelaksanaan KKN di Nusa Penida, tim panitia terus melakukan monitoring dan mengevaluasi pencapaian program yang direncanakan.

Dari hasil monitoring tersebut, secara umum semua program yang dirancang oleh mahasiswa saat pelaksanaan KKN berjalan lancar sesuai dengan rencana.

"Kegiatan KKN ISI Denpasar telah memberikan stimulus perubahan mind set masyarakat di Nusa Penida yang awalnya kurang peduli, menjadi bangga dengan kesenian yang dimilikinya," ujar Dr Ida Ayu Trisnawati SST MSi.

Selama pelaksanaan KKN di Nusa Penida, mahasiswa ISI Denpasar dilibatkan menginventarisasi kesenian, serta menggali potensi-potensi seni di setiap desa di Nusa Penida.

Selain pembinaan seni pertunjukan, seperti tari, tabuh, pedalangan, dan musik, mahasiswa juga turut membina masyarakat dalam bidang keterampilan merias busana, melukis wayang, desain ukir kayu, fotografi, perencanaan website serta desain pembangunan kantor desa berbahan baku potensi sumber daya lokal.

"Melihat potensi sumber daya alam dan seni budaya yang sangat potensial dikembangkan di Nusa Penida, ISI Denpasar sangat berharap agar wilayah ini dirancang dengan cermat berbasis seni budaya. Sehingga, perkembangannya tidak menyimpang dari pakem keindahan yang berbabis kearifan lokal," kata Ida Ayu Trisnawati.

Rektor ISI Denpasar, Prof Doktor I Gede Arya Sugiartha SSkar MHum mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak dan masyarakat di Nusa Penida, karena telah menerima mahasiswa ISI Denpasar dengan baik selama mengikuti kegiatan KKN di wilayahnya.

"ISI Denpasar akan selalu berkomitmen untuk membantu pengembangan potensi di Nusa Penida. Kita siap membantu Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mengembangkan seni di Nusa Penida seperti MoU yang sudah disepakati bersama," kata Gede Arya Sugiartha.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berharap agar kenangan dan pengalaman yang didapat oleh mahasiswa ISI selama melaksanakan KKN di Nusa Penida, bisa menjadi bahan pemikiran dan pembelajaran bagi mahasiswa saat sudah berada di kampus.

Pihaknya pun sangat mengharapkan ISI Denpasar ke depannya dapat terus mengembangkan potensi seni di Nusa Penida.

"Saya mewakili masyarakat Nusa Penida mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa ISI Denpasar, telah turut menginventarisasi dan mengembangkan potensi seni di Nusa Penida. Jika tidak keberatan, kami berharap agar ISI Denpasar di tahun-tahun berikutnya dapat kembali melaksanakan KKN di Nusa Penida," harap Bupati Klungkung. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved