Polresta Denpasar Bekuk AMY Setelah Seminggu Diintai, Ini Barang yang Disita

Tersangka mengaku sudah mengambil tempelan barang berupa sabu dan ekstasi milik DRS sebanyak 3 kali.

Polresta Denpasar Bekuk AMY Setelah Seminggu Diintai, Ini Barang yang Disita
Istimewa
Kasat Narkoba Polresta Denpasar bersama tersangka pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi berinisial AMY (36). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Denpasar pada Rabu (31/8/2016), berhasil menutup satu jalur perdagangan sabu-sabu dan ekstasi di Denpasar, Bali usai membekuk tersangka pengedar berinisial AMY (36) di depan Bengkel Kembar Kawi Motor, Jalan Tukad Batanghari No. 103 Banjar Kangin, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan.

Dari tersangka AMY, petugas menyita sedikitnya 25 paket sabu seberat 13,1 gram serta 190 butir pil ekstasi.

Menurut Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana, didampingi Kasat Narkoba, Kompol Gede Ganefo, pihaknya melakukan penyelidikan selama kurang lebih seminggu terhadap AMY sebelum menangkapnya. 

"Anggota memerlukan waktu hampir seminggu untuk mencari keberadaannya dan menemukan tempat tinggal dia. Setelah dapat dipastikan dimana dia tinggal, petugas lalu melakukan penangkapan saat tersangka hendak menempelkan narkoba di TKP. Dari tasnya ditemukan barang bukti 25 paket sabu," ujar AKBP Nyoman Artana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/9/2016) siang. 

Tak sampai di sana, petugas melanjutkan pencarian barang bukti di kamar kos tersangka di Jalan Tukad Balian, Denpasar.

Hasilnya, petugas polisi menemukan 190 butir pil ekasti berwarna biru dari dalam kamar kosnya. 

"Tersangka mengaku mendapatkan barang berupa sabu dan ekstasi dari seseorang berinisial DRS yang dikenalnya lewat telepon sejak 2 minggu ini dengan cara ambil tempelan," katanya. 

Artana menambahkan, tersangka mengaku sudah mengambil tempelan barang berupa sabu dan ekstasi milik DRS sebanyak 3 kali.

Rinciannya, yang pertama hari Minggu tanggal 21 Agustus 2016 mengambil sebanyak 15 paket sabu dan ekstasi sebanyak 250 butir.

Yang kedua berselang seminggu kemudian, yakni hari Minggu tanggal 28 Agustus mengambil ekstasi sebanyak 250 butir. 

"Kesemua barang tersebut sudah laku diedarkan dengan cara tempel dan sesuai dengan perintah DRS. Sedangkan sabu dan ekstasi yang dia ambil untuk ketiga kalinya belun sempat diedarkan karena keburu tertangkap," tandasnya. (*)

Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved