Anda Ingin Bahagia, Maka Belajarlah dari Orang yang Tidak Bahagia

Menurut Van Edwards, seseorang yang tidak bahagia biasanya memiliki cara pikir yang negatif.

Anda Ingin Bahagia, Maka Belajarlah dari Orang yang Tidak Bahagia
Net
Ilustrasi bahagia 

TRIBUN-BALI.COM – Jika Anda tahu apa yang dimaksud dengan psikologi positif, maka selamat.

Sebab, Anda telah mengetahui nama teknis dari apa yang biasa disebut sebagai "ilmu kebahagiaan". 

Para ilmuwan, menurut seorang pakar perilaku dan penulis, Vanessa Van Edwards, sedang meneliti beragam faktor yang mempengaruhi dan menyebabkan kebahagiaan.

Akan tetapi, ada kalanya fokus negatif dari ilmu ini dibutuhkan. Dengan mengetahui apa yang membuat Anda tidak bahagia, para ilmuwan juga mempelajari apa yang dihindari oleh pikiran dan perilaku seseorang untuk menciptakan kebahagian.

Menurut Van Edwards, seseorang yang tidak bahagia biasanya memiliki cara pikir yang negatif.

Dia pun menguraikan, biasanya seseorang yang selalu berpikir negatif akan cenderung untuk mengeluh, bergosip tentang orang lain, menghakimi, khawatir sepanjang waktu, menyesal terus-menerus, dan memiliki reaksi berlebihan ketika mendapatkan situasi yang sulit.

Kemudian, penelitian dalam psikologi positif menunjukkan bahwa melatih diri dengan menciptakan kebiasaan baru yang positif  dapat membuat otak lebih konsisten, sehingga membuat orang tersebut lebih bahagia.

Nah, Anda tentu juga ingin bahagia kan?

Sebaiknya, mulai sekarang Anda perbaiki perilaku untuk menghasilkan pola pikir positif agar lebih bahagia.

Lepaskan energi negatif Anda dan limpahkan pikiran untuk melakukan hal-hal yang positif seperti membuat kerajinan tangan atau berolahraga

Anda pun bisa berkumpul dengan teman-teman. Namun, ingat bahwa Anda harus bergaul dengan teman-teman yang positif untuk ikut mendapatkan energi tersebut. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved