Kesadaran Berolahraga Masyarakat Bali Cukup Tinggi, Tinggal Sarananya Aja!

Saya rasa masyarakat sekarang sudah mengerti dengan olahraga mereka bisa menjadi lebih sehat dan lebih produktif.

Kesadaran Berolahraga Masyarakat Bali Cukup Tinggi, Tinggal Sarananya Aja!
Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika ikut senam bersama di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, untuk memperingati Haornas, Kamis (15/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka menciptakan Indonesia sehat dan produktif, masyarakat Indonesia diminta menggelorakan kembali semangat berolahraga, baik itu olahraga rekreasi maupun olahraga pendidikan.

Ajakan ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dalam sambutan yang dibacakan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Provinis Bali XXXIII 2016 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Kamis (15/9/2016).

“Peringatan Haornas merupakan salah satu saat-saat yang penting bagi dunia olahraga Indonesia, serta momentum yang sangat tepat mengisi pembangunan olahraga melalui pembudayaan olahraga dan peningkatan prestasi olahraga,” ujar Menpora.

Menurut Imam, dengan menggalakkan olahraga rekreasi dan olahraga pendidikan, Indonesia dapat memperbesar basis-basis calon olahragawan potensial dan berbakat untuk memperkuat pondasi bangunan keolahragaan nasional yang berdaya saing.

Budaya berolahraga tidak dapat tumbuh secara instan, tetapi harus melalui proses berjenjang dan berkesinambungan, dimulai dari lingkungan terkecil sampai komunitas masyarakat yang lebih besar.

"Oleh karena itu, sangat diperlukan peran serta keluarga dengan menerapkan pola hidup aktif dalam aktifitas sehari hari,” tambah Imam.

Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo melaui program Nawacita ingin meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang sehat dan produktif, sehingga tema yang diusung dalam peringatan Haornas XXXIII 2016 adalah, ”Ayo Olahraga Untuk Indonesia Sehat dan Produktif.”

“Melalui tema ini, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat bisa bersatu padu dan bersinergi untuk menggelorakan kembali “Gerakan Ayo Olahraga” agar olahraga menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat di kota dan di desa,” kata Imam.

Dengan diposisikannya olahraga sebagai kebutuhan dan gaya hidup, menurutnya, secara tidak langsung akan membuka ruang yang luas bagi bermunculannya bibit-bibit potensial olahragawan yang berprestasi untuk selanjutnya dibina dan dikembangkan dengan dukungan Sport Science, menjadi atlet-atlet elit yang berprestasi di tingkat internasional hingga meraih medali dalam Olimpade dan mengibarkan Bendera Merah Putih di hadapan publik mancanegara.

“Saya mengajak seluruh aparatur sipil yang mengurusi bidang olahraga di provinsi dan kabupaten/kota untuk menggelorakan dan menyemarakkan “Ayo Olahraga” sampai lingkungan terkecil sehingga tercapai masyarakat yang sehat dan produktif,” jelas Menpora.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved