BNI Permudah Transaksi Perbankan Desa Adat Kutuh

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Pemimpin BNI Kantor Cabang Renon dan Bendesa Adat Desa Kutuh

BNI Permudah Transaksi Perbankan Desa Adat Kutuh
Istimewa
Suasana Kerjasama Desa Adat Kutuh dan BNI Dalam Mempermudah Transaksi Perbankan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk dan Desa Adat Kutuh,  Kuta Selatan telah menyepakati kerjasama terkait penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan serta pengembangan teknologi.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Pemimpin BNI Kantor Cabang Renon, Deviansyah dengan Bendesa Adat Desa Kutuh, I Made Wena, Rabu (28/9/2016) di Wantilan Gunung Payung.

Kerjasama ini, merupakan salah satu komitmen BNI dalam memberikan layanan perbankan secara terpadu untuk kebutuhan transaksi keuangan di seluruh unit usaha yang dikelola desa adat.

Melalui kerjasama ini, BNI dan Desa Adat Kutuh akan mensinergikan aktivitas kedua belah pihak dalam mewujudkan penyediaan dan penggunaan layanan jasa perbankan yang lengkap.

“Sebagai lembaga keuangan yang telah  berpengalaman selama 7 dekade di bidang finansial, BNI memiliki berbagai produk dan layanan yang dapat mempermudah pengelolaan keuangan serta sekaligus untuk memfasilitasi kebutuhan jasa perbankan dari berbagai unit usaha yang ada,” kata Deviansyah dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Kamis (29/9/2016).

Desa Adat Kutuh, kata dia, memiliki potensi pendapatan desa yang cukup besar.

Mengingat banyak destinasi wisata populer yang berada di daerah ini, seperti Pantai Pandawa serta tempat wisata Gunung Payung yang kini banyak dikunjungi wisatawan baik dometik maupun mancanegara.

“BNI nantinya akan membantu pengelolaan keuangan di BUMDA (Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat) yang saat ini mengelola berbagai unit usaha seperti LPD, Wisata Pandawa, Wisata Gunung Payung, dan lainnya. Lebih dari itu, untuk membantu pengembangan layanan unit usaha yang ada, BNI juga akan menjadikan salah satu unit usaha menjadi agen Laku Pandai (layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif),” sebutnya.

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved