Hamili 2 Anak Kandung, Siti Sapurah Sebut Hukuman Oknum TNI Ini Terlalu Ringan

Terdakwa kasus persetubuhan anak dan kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri itu hanya diganjar enam tahun delapan bulan penjara.

Hamili 2 Anak Kandung, Siti Sapurah Sebut Hukuman Oknum TNI Ini Terlalu Ringan
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerhati anak dan perempuan dari P2TP2A Denpasar, Siti Sapurah menyebut hukuman yang diterima oleh VCS (45) terlalu ringan atas putusan majelis Majelis Hakim.

Terdakwa kasus persetubuhan anak dan kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri itu hanya diganjar enam tahun delapan bulan penjara.

"Terlalu ringan ya. Karena terdakwa hanya diganjar enam tahun penjara. Sedangkan hukuman yang untuk sidang kedua empat tahun itu tidak ada. Hanya sidang pertama yang anaknya masih di bawah umur," papar perempuan yang akrab disapa Ipung ini, Kamis (29/9/2016) usai persidangan di Pengadilan Militer Denpasar, Bali.

Ipung menyebut, ‎kekerasan seksual terhadap anak, cukup membahayakan bagi masa depan anak itu sendiri.

Apalagi, itu dilakukan oleh orang terdekatnya si korban.

Sehingga, dia menilai ini tidak sebanding dengan pertaruhan masa depan anak tersebut.

"Ya ini karena memang tuntutan dari jaksa terlalu rendah. Yang pertama enam tahun kedua lima tahun," jelasnya.

Terdakwa sendiri, diganjar hukuman enam tahun delapan bulan karena menyetubuhi anaknya sendiri AOS (16) hingga hamil.

Dan yang kedua anak kandungnya sendiri, MMC (20) juga hingga hamil.

Kedua korban kebiadaban sang ayah itu pun mengugurkan kandungannya.

AOS di Jakarta, dan MMC di sebuah klinik di Denpasar. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved