Pengedar Sabu ‘Meguyang’ Ketika Ditangkap Polisi, Jangan Tangkap Saya Pak, Saya Pelihara Babi

Ia menangis dan memohon agar tidak ditangkap ketika petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan badan terhadap dirinya

Pengedar Sabu ‘Meguyang’ Ketika Ditangkap Polisi, Jangan Tangkap Saya Pak, Saya Pelihara Babi
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kasat Narkoba Polres Badung, AKP Djoko Hariadi saat menggelar tersangka MD dan memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu yang berjumlah 11 paket klip dengan berat 13,57 gram di Mapolres Badung, Kamis (29/9/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Penyalahguna narkotika berinisial MD (22) menangis hingga meguyang ketika diringkus Satnarkoba Polres Badung di Jalan Padang Kartika, Banjar Muding Kelod, Kerobokan Kuta Utara, Badung, Jumat (23/9/2016).

Ia ditangkap lantaran memiliki narkotika jenis sabu dengan total 13,57 gram yang dibagi menjadi 11 klip plastik.

Ia menangis dan memohon agar tidak ditangkap ketika petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan badan terhadap dirinya.

Dengan posisi duduk dan menelentangkan kakinya alias meguyang sambil berucap “Jangan tangkap saya pak, saya pelihara banyak babi”.

Kasat Narkoba Polres Badung, AKP Djoko Hariadi yang memimpin penangkapan mengatakan dari penggeledahan badan pelaku, petugas menemukan tiga paket kristal bening dari dalam saku jaketnya.

“Kami membuntuti pelaku yang sudah menjadi target ini dari Jalan Raya Sempidi hingga di TKP. Alhasil selain 3 paket di jaketnya, kami juga menemukan 8 paket kristal bening lainnya dari dalam tas pinggang yang pelaku gunakan,” jelas AKP Djoko di Mapolres Badung, Kamis (29/9/2016).

Lanjutnya, pelaku memang mengakui barang tersebut adalah miliknya yang ia dapat dari seseorang yang tidak kenalnya namun selalu berkomunikasi dengan telepon seluler.

Pelaku yang merupakan target dari sebulan lalu ini rencananya akan mengedarkan sabu di wilayah Badung.

Sementara pelaku yang masih tinggal bersama orangtuanya di Banjar Batu Paras Padang Sambian itu juga mengakui bahwa uang hasil dari bisnis haram tersebut akan digunakan untuk membiayai bisnisnya yang dirintis orangtuanya yaitu ternak puluhan babi.

“Hasil dari dagangannya akan digunakan untuk membiayai usaha ternak babi yang juga milik orangtuanya tersebut. Namun dia harus membuang impiannya menjadi pengusaha ternak babi,” pungkasnya.

Pelaku yang bersatus sebagai pengangguran harus memupuskan keinginannya untuk menjadi seorang pengusaha ternak babi dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved