Kisah Ibu Asuh Anak Tuna Rungu di Gianyar, 'Mereka Mudah Tersinggung'
Hampir 10 tahun lamanya AA Putri Setiawati menjadi Ibu Asuh di Panti Asuhan, Kesayan Ikang Papa, Gianyar, Bali.
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Hampir 10 tahun lamanya AA Putri Setiawati menjadi Ibu Asuh di Panti Asuhan, Kesayan Ikang Papa, Gianyar, Bali.
Banyak rasa senang dan sedih saat mengasuh anak kekurangan mental maupun fisik lainnya.
Mereka berbeda.
Terlihat dari sifat mereka yang cepat tersinggung hingga rasa peduli antar sesama.
“Kalau mereka biasanya cepat tersinggung, sedikit tersinggung cepat mukul. Tetapi lama-lama kan kina bina, akhirnya mulai sekarang tidak pernah berantem,” jelasnya saat kegiatan bakti sosial Alumni KMHD UGM di Panti Asuhan Kesayan Ikang Papa, Gianyar, Minggu (2/10/2016).
Mereka menjadi peduli dengan lingkungan, saling pengertian dan peduli antar sesama setelah dibina.
“Mereka malah menjadi sangat peduli bahkan sangat ringan tangan untuk membantu orang lain,” jelasnya yang sudah dari 2006 menjadi ibu asuh.
Panti asuhan yang dibinanya ini memang khusus menyantuni anak cacat supaya bisa sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sampai tamat setingkat SMA.
Ia berharap ke depannya, panti asuhan ini bisa berdiri secara permanen.
Sebab aset yang ia duduki saat ini merupakan lahan aset Pemda.
“Panti asuhan ini sudah berdiri dari tahun 1986. Dahulu tidak ada begitu kenal kita ke desa-desa kalau ada anak cacat supaya ditaruh ke sini agar bisa sekolah. Awalnya ada orangtua yang tidak tega menaruh anaknya karena jauh. Tetapi di sini kan seperti keluarga, minimal tamat nanti sudah bisa baca tulis bisa dan bisa berkomunikasi dengan tulisan,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/shinta_20161002_145727.jpg)