Anggota Ormas Jadi Pengedar Sabu-sabu Dibekuk Polres Badung, Punya Samurai dan Senpi

Penyelidikan hampir selama sepekan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Badung akhirnya membuahkan hasil.

Anggota Ormas Jadi Pengedar Sabu-sabu Dibekuk Polres Badung, Punya Samurai dan Senpi
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Kapolres Badung, AKBP Ruddi Setiawan (kiri), bersama pelaku AM, dan Kasatreskoba Polres Badung, AKP Djoko Hariadi, menunjukkan barang bukti berupa, sabu sabu, alat isap, 1 buah senpi, dan 2 buah pedang samurai di Mapolres Badung, Selasa (4/10/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penyelidikan hampir selama sepekan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Badung akhirnya membuahkan hasil.

Satresnarkoba berhasil membekuk seorang pria asal Surabaya yang juga menjadi anggota ormas besar di Bali berinisial AM sebagai pengedar narkoba.

Tak hanya barang bukti narkoba, polisi juga menemukan senjata api serta senjata tajam saat menangkap pelaku di rumahnya di Perumahan Garuda Kencana, Jalan Pulau Indah No 1 A, Banjar Kung, Dalung, Badung, Rabu (28/9/2016) lalu. 

“Kami berhasil mengungkap pengedar narkoba di rumahnya di daerah Dalung. Selain ditemukan kristal bening, saat penggeledahan kepada pelaku juga diketahui memiliki sebuah senjata api jenis FN warna silver serta 2 buah senjata tajam jenis pedang samurai yang disimpan di rumahnya,” ungkap Kapolres Badung, AKBP Ruddi Setiawan, di Mapolres Badung, Selasa (4/10/2016) kemarin.

Kasat Res Narkoba Polres Badung, AKP Djoko Hariadi, menjelaskan polisi melakukan penyelidikan kurang lebih selama satu pekan.

Akhirnya pelaku diamankan di rumahnya di daerah Dalung.

“Senjata api jenis FN warna silver lengkap dengan 22 amunisi di antaranya dua amunisi tajam kaliber 9 mm dan 20 amunisi hampa ditemukan di lemari pakaian pelaku,” jelas AKP Djoko.

Menurut pengakuan tersangka yang menjadi debt collector ini, kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu untuk dikonsumsi sendiri yang dibelinya dengan harga Rp 500 ribu dan diperoleh dari orang bernama Deni alias Putu.

Pelaku juga mengaku dirinya sudah berhenti menjadi pengedar sejak akhir 2015 lalu.

Sedangkan untuk kepemilikan satu pucuk senjata api jenis FN didapat dari orang yang bernama Dwi yang belum diketahui keberadaannya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved