Genah Suci Pelastian Berumur Puluhan Tahun Dipenuhi Kotoran Hewan, Ada Kandang Bebek di Banturan!

Genah Suci Pelastian in juga tampak berlubang dan hilang di beberapa bagiannya

Genah Suci Pelastian Berumur Puluhan Tahun Dipenuhi Kotoran Hewan, Ada Kandang Bebek di Banturan!
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Genah Suci Pelastian di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo tampak berdampingan dengan kandang bebek. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Kawasan suci Pelastian di Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo tercoreng atas ulah oknum warganya.

Pasalnya, Genah atau tempat yang seharusnya digunakan untuk sarana upacara Melasti tiap tahunnya tersebut kini malah dikotori dengan keberadaan sebuah kandang bebek yang tepat berada di Banturan atau tempat menghaturkan banten saat Melasti.

Pantauan Tribun Bali, Rabu (5/10/2016), Genah Suci Pelastian yang berada di sebelah Timur kolam renang wisata Delod Berawah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain dipenuhi rerumputan liar, atap Genah Suci Pelastian in juga tampak berlubang dan hilang di beberapa bagiannya.

Tak hanya itu, akibat digerus abrasi pantai Delod Berawah, tempat menghaturkan Banten atau Banturan kini nyaris tertimbun oleh pasir laut.

Mirisnya lagi, di sebelah Timur Genah Suci Pelastian ini dijejali kotoran sapi lengkap dengan sejumlah kandang semi permanen di sekitarnya.

Bahkan, sebuah kandang bebek beratapkan terpal biru berada tepat di tengah-tengah tempat Melasti tersebut.

“Kok bisa-bisanya tempat Suci Melasti dijadikan kandang Bebek? Mana di sekitarnya kumuh sekali banyak sapi berkeliaran, itu masih dipakai atau tidak kenapa sampai ditelantarkan begitu?,” keluh seorang pengunjung kolam renang di Delod Berawah yang enggan dikorankan namanya ketika ditemui Rabu kemarin.

Sementara itu, Bendesa Adat Delod Berawah, I Ketut Narya mengaku belum mengetahui adanya kandang bebek di sarana Pelastian tersebut.

Diduga, kandang bebek tersebut milik warga setempat yang belum lama ini dibangun.

Kedepannya, temuan ini akan dikoordinasikan ke pihak Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Mendoyo untuk segera diambil tindak lanjutnya.

Genah Suci Pelastian tersebut, kata dia, sudah dibangun semenjak puluhan tahun lalu dan masih dipakai umat dari berbagai desa sebagai tempat Melasti.

Selama ini ada tujuh desa pakraman yang melangsungkan pelastian di tempat tersebut seperti; Desa Pakraman Delod Berawah, Desa Pakraman Mendoyo Dauh Tukad, Desa Pakraman Mendoyo Dangin Tukad, Desa Pakraman Pohsanten, Desa Pakraman Pergung, Desa Pakraman Tegal Cangkring serta Desa Pakraman Munduk Anyar.

“Memang di sekitarnya ada kandang sapi milik warga setempat karena ada sebagian tanahnya milik warga. Meskipun kena abrasi, tapi masih digunakan sampai sekarang,” tandas Narya ketika dikonfirmasi Rabu kemarin.(*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved