Miris, Ibu Pelaku Mutilasi Anaknya Mengaku Tidak Menyesal Dan Beralasan Untuk Sembuhkan Kebisuan

Dan untuk menyembuhkan kakaknya, dia mesti memotong telinga, kuping, kemaluan, jari tangan dan jari kaki anaknya.

Miris, Ibu Pelaku Mutilasi Anaknya Mengaku Tidak Menyesal Dan Beralasan Untuk Sembuhkan Kebisuan
Dokumentasi Warga
Mudmainah alias Iin (28) yang duduk terdiam setelah memutilasi anaknya di kontrakan di Gang Jaya 24, RT 04/10, Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Mutmainah (28) merasa tidak memutilasi anaknya. Melainkan boneka.

Dia menyampaikan itu ke kakaknya, Mohamad Wahidin (35), beberapa saat setelah tiba di RS Polri Kramat Jati, Selasa (2/10/2016) malam.

Lelaki yang akrab disapa Wahid itu menceritakan, usai tiba di rumah sakit sang adik lekas diberi dua suntikan berisi obat penenang.

Tadinya hanya diberi satu suntikan. Tapi karena masih berontak, dokter memberi satu suntikan lagi untuk menenangkannya.

Saat Wahid mengorek keterangan dari adiknya.

"Dia mengaku tak menyesal karena yang dia potong itu boneka," kata Wahid kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com di rumah orangtuanya di Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (4/10/2016).

Pembicaraan itu kemudian melompat-lompat dan tak berurutan. Sampai Wahid akhirnya cukup bingung.

Kemudian mendadak Mutmainah bercerita alasannya memutilasi. Dia mengaku memutilasi untuk mengobati kakaknya, Siti Nurjanah yang bisu dan tuli.

Dia ingin kakaknya itu sembuh. Dan untuk menyembuhkan kakaknya, dia mesti memotong telinga, kuping, kemaluan, jari tangan dan jari kaki anaknya.

Lalu Mutmainah juga bercerita mesti memasukkan anting di lidah anaknya itu. "Tapi dia tak cerita siapa yang menyuruhnya," kata Wahid.(*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved