11 Anak Jadi Korban Kekerasan di Gianyar Tahun 2015 Lalu

Sosialisasi ini dalam rangka mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gianyar.

11 Anak Jadi Korban Kekerasan di Gianyar Tahun 2015 Lalu
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2 & KB) Gianyar bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI menggelar Sosialisasi “Three Ends” kepada Organisasi Masyarakat dan Keagamaan.

Sosialisasi ini dalam rangka mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gianyar.

Acara berlangsung di ruang sidang utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (7/10/2016) ini dihadiri para pengusaha se-Kabupaten Gianyar, ketua organisasi organisasi masyarakat dan ketua organisasi keagamaan di seluruh Kabupaten Gianyar.

Kepala Bidang Partisipasi Dunia Usaha Deputi Partisipasi Masyarakat Kementrian PP dan KB Endang Sri Kawuran menjelaskan, di tahun 2016, Kementerian PP-PA memiliki tiga program unggulan yang disebut sebagai ‘three ends’, yaitu end violence against women and children (akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak), end human trafficking (akhiri perdagangan manusia), dan end barriers to economic justice (akhiri kesenjangan ekonomi).

Kepala Badan PP dan KB Gianyar, Ida Ayu Putu Sri Ambari menjelaskan, sekarang ini kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak bukan hanya berupa kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran.

Bahkan pelaku kekerasan bukan hanya orang luar atau pun orang tidak dikenal, namun juga berasal dari lingkungan terdekat.

Kata dia, di Gianyar sendiri untuk tahun 2015 jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak baik fisik maupun non fisik berjumlah 65 kasus.

Dari jumlah itu mendera 44 orang dewasa dan 11 anak- anak.

Sedangkan bila dilihat dari jenis kasus, 45 orang korban kekerasan fisik, 12 orang korban kekerasan seksual dan 8 orang korban penelantaran.

“Semua kasus tersebut telah mendapat penanganan instansi terkait, untuk kasus atau masalah TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) selama ini belum ada data yang masuk. Namun mungkin saja kasusnya ada tetapi yang bersangkutan malu melaporkan,” duganya.

Lebih lanjut dikatakan, beberapa faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di antaranya kemiskinan yang menyebabkan kedisharmonisan dalam keluarga.

Juga perkembangan teknologi informasi di era globalisasi sehingga segala informasi baik dan buruk dapat diakses masyarakat termasuk anak- anak.

Selain itu, lunturnya nilai- nilai agama dan budaya di masyarakat.

Sosialisasi kemarin diharapkan masyarakat bisa meningkatkan dan menambah pengetahuan program prioritas “Three Ends”.

Serta memperkuat jejaring antara pemerintah dan lembaga media maupun lembaga masyarakat lainnya di daerah, sehingga mampu meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Gianyar. (weg)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved